Harga Emas berjangka kian kemilau, ketika virus memicu kekhawatiran resesi
Rabu, 15 April 2020 5:18 WIB
ILUSTRASI - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menetap lebih tinggi pada akhir perdagangan. ANTARA/REUTERS/am.
Chicago (ANTARA) - Harga Emas berjangka tampak semakin berkilau, kembali memberikan keuntungan pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), ketika virus corona yang merusak ekonomi global dan memicu peluncuran stimulus besar-besaran mendorong investor memburu logam safe haven.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di Bursa Comex naik lagi 7,5 dolar AS atau 0,43 persen, menjadi ditutup pada 1.768,9 dolar AS per ounce.
Emas berjangka menguat 8,6 dolar AS atau 0,49 persen menjadi 1.761,40 dolar AS per ounce sehari sebelumnya, setelah melejit 68,5 dolar AS atau 4,07 persen menjadi 1.752,8 dolar AS per ounce pada Kamis (9/4).
Emas telah berdiri di titik tertinggi sejak Oktober 2012 selama empat hari perdagangan berturut-turut.
“Ada banyak pembelian safe-haven. Ini adalah masalah resesi/depresi yang ada di sana sekarang. Prospek ekonomi terlihat sangat mengerikan,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.
“The Fed AS baru saja menciptakan dua triliun dolar minggu lalu dan bank-bank sentral lainnya di seluruh dunia melakukan hal yang sama; suku bunga berada atau mendekati nol, ada banyak kekhawatiran di luar sana dan itu lingkungan yang sempurna bagi emas untuk diperdagangkan di atas 2.000 dolar AS."
Ekonomi global diperkirakan akan menyusut tiga persen selama tahun ini dalam keruntuhan aktivitas yang didorong oleh virus, yang akan menandai penurunan paling tajam sejak Depresi Hebat tahun 1930-an, kata Dana Moneter Internasional.
Penularan, yang telah menginfeksi lebih dari 1,88 juta orang di seluruh dunia dan membunuh 119.168, telah memaksa negara-negara untuk menutup aktivitas dan mendorong bank-bank sentral mengeluarkan langkah-langkah dukungan.
Sebuah penurunan ekonomi yang curam dan pengeluaran besar-besaran untuk penyelamatan virus corona akan hampir empat kali lipat defisit anggaran AS 2020 menjadi 3,8 triliun dolar AS, kata sebuah kelompok pengawas yang berbasis di Washington, Senin (13/4).
Kenaikan emas datang di samping keuntungan dalam ekuitas global setelah data perdagangan China lebih baik dari yang diharapkan dan ketika beberapa negara mencoba untuk memulai kembali ekonomi mereka dengan sebagian mencabut pembatasan yang bertujuan menahan pandemi.
Prakiraan resesi global yang dikombinasikan dengan laju percetakan uang pemerintah yang cepat meningkatkan aktivitas dalam emas, kata analis INTL FCStone, Rhona O'Connell dalam sebuah catatan.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 59,3 sen atau 3,82 persen, menjadi ditutup pada 16,13 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 69,9 dolar AS atau 9,32 persen, menjadi menetap pada 819,7 dolar AS per ounce.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di Bursa Comex naik lagi 7,5 dolar AS atau 0,43 persen, menjadi ditutup pada 1.768,9 dolar AS per ounce.
Emas berjangka menguat 8,6 dolar AS atau 0,49 persen menjadi 1.761,40 dolar AS per ounce sehari sebelumnya, setelah melejit 68,5 dolar AS atau 4,07 persen menjadi 1.752,8 dolar AS per ounce pada Kamis (9/4).
Emas telah berdiri di titik tertinggi sejak Oktober 2012 selama empat hari perdagangan berturut-turut.
“Ada banyak pembelian safe-haven. Ini adalah masalah resesi/depresi yang ada di sana sekarang. Prospek ekonomi terlihat sangat mengerikan,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.
“The Fed AS baru saja menciptakan dua triliun dolar minggu lalu dan bank-bank sentral lainnya di seluruh dunia melakukan hal yang sama; suku bunga berada atau mendekati nol, ada banyak kekhawatiran di luar sana dan itu lingkungan yang sempurna bagi emas untuk diperdagangkan di atas 2.000 dolar AS."
Ekonomi global diperkirakan akan menyusut tiga persen selama tahun ini dalam keruntuhan aktivitas yang didorong oleh virus, yang akan menandai penurunan paling tajam sejak Depresi Hebat tahun 1930-an, kata Dana Moneter Internasional.
Penularan, yang telah menginfeksi lebih dari 1,88 juta orang di seluruh dunia dan membunuh 119.168, telah memaksa negara-negara untuk menutup aktivitas dan mendorong bank-bank sentral mengeluarkan langkah-langkah dukungan.
Sebuah penurunan ekonomi yang curam dan pengeluaran besar-besaran untuk penyelamatan virus corona akan hampir empat kali lipat defisit anggaran AS 2020 menjadi 3,8 triliun dolar AS, kata sebuah kelompok pengawas yang berbasis di Washington, Senin (13/4).
Kenaikan emas datang di samping keuntungan dalam ekuitas global setelah data perdagangan China lebih baik dari yang diharapkan dan ketika beberapa negara mencoba untuk memulai kembali ekonomi mereka dengan sebagian mencabut pembatasan yang bertujuan menahan pandemi.
Prakiraan resesi global yang dikombinasikan dengan laju percetakan uang pemerintah yang cepat meningkatkan aktivitas dalam emas, kata analis INTL FCStone, Rhona O'Connell dalam sebuah catatan.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 59,3 sen atau 3,82 persen, menjadi ditutup pada 16,13 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 69,9 dolar AS atau 9,32 persen, menjadi menetap pada 819,7 dolar AS per ounce.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim SAR gabungan evakuasi jenazah dari tambang emas ilegal di Batu Putih Jayapura
18 February 2026 13:34 WIB
Wali Kota Jayapura minta lurah jaga lingkungan dari pendulangan emas ilegal
05 January 2026 6:31 WIB
Polda Papua melimpahkan kasus tambang ilegal libatkan WNA China ke jaksa Jayapura
30 November 2025 5:22 WIB
NPCI: Kabupaten Jayapura sumbang empat emas kontingen Papua di Peparnas XI Jakarta
09 November 2025 13:57 WIB
Pemkab Tolikara mrnbangun generasi sehat dan cerdas lewat Program 1.000 HPK
15 October 2025 7:37 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Indonesia tidak akan izinkan bangun pangkalan militer asing di tanah air
18 April 2025 15:53 WIB, 2025
Kemenlu RI pastikan Indonesia berkontribusi lebih di kawasan Pasifik
14 October 2024 20:59 WIB, 2024