Unair Surabaya segera rilis senyawa bakal calon obat spesifik COVID-19
Selasa, 1 September 2020 18:47 WIB
Rektor Unair Prof Mohammad Nasih (kiri) saat mengukuhkan mahasiswa baru di kampus setempat, Selasa (01/09/2020). (ANTARA Jatim/HO/WI)
Surabaya (ANTARA) - Universitas Airlangga Surabaya segera merilis senyawa bakal calon obat spesifik COVID-19 setelah beberapa waktu sebelumnya mengeluarkan kombinasi obat penawar yang saat ini dalam tahap izin produksi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Mudah-mudahan tidak dalam waktu yang lama kami bisa mematenkan senyawa obat atau yang disebut bakal calon obat spesifik COVID-19. Saat ini sedang dalam pematenan, pembuatan nama dan sebagainya," ujar Rektor Unair Prof Mohammad Nasih di sela pengukuhan mahasiswa baru di kampus setempat, Selasa.
Nasih mengungkapkan bakal calon obat spesifik COVID-19 ini telah melalui uji in vitro dan in vivo dengan hasil yang memuaskan.
Kendati demikian, kata dia, masih ada setidaknya tiga tahapan besar yang harus dilalui untuk menjadikan senyawa ini menjadi obat spesifik COVID-19.
"Senyawa bakal calon obat spesifik COVID-19 masih membutuhkan tiga tahapan, yakni proses untuk menghilangkan bakal dan calon sehingga menjadi obat. Jadi masih banyak atau tiga tahapan lagi yang harus dilalui," ucapnya.
Pihak Unair memutuskan untuk mematenkan senyawa atau bakal calon obat ini terlebih dahulu karena berkaitan dengan rumus dan formula tertentu yang berhasil diteliti secara autentik oleh tim peneliti Unair.
"Kalau tidak dipatenkan dulu, kalau di-publish dulu nanti orang lain yang menangkap dan menggunakannya. Mereka bisa mudah membuatnya. Kami patenkan dulu senyawanya, baru nanti kami publish ke jurnal-jurnal kemudian," katanya.
"Paling tidak ini membuktikan bahwa kami tidak hanya fokus pada yang emergency product jangka pendek, yang kombinasi itu tapi juga yang jangka panjang," tambah Nasih.
Penelitian senyawa bakal calon obat spesifik COVID-19 ini pun sebenarnya telah diumumkan pada April 2020 dengan lima kandidat senyawa obat.
Ke depan, Nasih menyebut bahwa riset ini akan didukung oleh negara atau pemerintah melalui Dinas Kesehatan.
"Mudah-mudahan tidak dalam waktu yang lama kami bisa mematenkan senyawa obat atau yang disebut bakal calon obat spesifik COVID-19. Saat ini sedang dalam pematenan, pembuatan nama dan sebagainya," ujar Rektor Unair Prof Mohammad Nasih di sela pengukuhan mahasiswa baru di kampus setempat, Selasa.
Nasih mengungkapkan bakal calon obat spesifik COVID-19 ini telah melalui uji in vitro dan in vivo dengan hasil yang memuaskan.
Kendati demikian, kata dia, masih ada setidaknya tiga tahapan besar yang harus dilalui untuk menjadikan senyawa ini menjadi obat spesifik COVID-19.
"Senyawa bakal calon obat spesifik COVID-19 masih membutuhkan tiga tahapan, yakni proses untuk menghilangkan bakal dan calon sehingga menjadi obat. Jadi masih banyak atau tiga tahapan lagi yang harus dilalui," ucapnya.
Pihak Unair memutuskan untuk mematenkan senyawa atau bakal calon obat ini terlebih dahulu karena berkaitan dengan rumus dan formula tertentu yang berhasil diteliti secara autentik oleh tim peneliti Unair.
"Kalau tidak dipatenkan dulu, kalau di-publish dulu nanti orang lain yang menangkap dan menggunakannya. Mereka bisa mudah membuatnya. Kami patenkan dulu senyawanya, baru nanti kami publish ke jurnal-jurnal kemudian," katanya.
"Paling tidak ini membuktikan bahwa kami tidak hanya fokus pada yang emergency product jangka pendek, yang kombinasi itu tapi juga yang jangka panjang," tambah Nasih.
Penelitian senyawa bakal calon obat spesifik COVID-19 ini pun sebenarnya telah diumumkan pada April 2020 dengan lima kandidat senyawa obat.
Ke depan, Nasih menyebut bahwa riset ini akan didukung oleh negara atau pemerintah melalui Dinas Kesehatan.
Pewarta : Fiqih Arfani/Willy Irawan
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PGN SOR III gelar PSSA guna tingkatkan kesadaran warga Desa Karangkiring Gresik
16 September 2025 14:01 WIB
Badan Karantina Papua Tengah awasi pengiriman 16 ton ikan tujuan Surabaya
04 June 2024 12:49 WIB, 2024
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemprov tegaskan "Bangga Kencana" jadi pilar utama pembangunan keluarga Papua
15 April 2026 7:04 WIB