Barista Kota Jayapura dorong pemuda kampung Yoboi munculkan menu unik kopi
Senin, 20 September 2021 18:21 WIB
Pemilik Kedai Kopi Pit's Corner Piter Tan (kanan) didampingi Pemilik Kedai Kopi Djuang Rejha Prayoga (kiri) dalam sesi tanya jawab dengan pemuda Kampung Yoboi terkait kopi (ANTARA News Papua/HO-Humas Komunitas Sosial D2WNG)
Jayapura (ANTARA) - Salah satu barista bersertifikat SCAE (Specialty Coffee Association of Europe) yang ada di Kota Jayapura Piter Tan mendorong para pemuda di Kampung Yoboi untuk memunculkan menu-menu unik hasil dari meracik kopi.
Pemilik Kedai Kopi Pit's Corner dan juga Barista Piter Tan dalam siaran pers di Jayapura, Senin, mengatakan ide untuk memunculkan menu unik ini disesuaikan dengan kearifan lokal yang ada pada Kampung Yoboi.
"Kampung Yoboi sudah unik, jika menyajikan menu-menu kuliner yang lokal maka dapat memberikan nilai jual tersendiri," katanya.
Menurut Piter, misalnya jika menyajikan kopi dengan menggunakan air kelapa, atau memakai batok kelapa untuk menyajikan kopi kepada konsumen.
"Jangan takut untuk memulai meracik kopi tanpa perlengkapan yang modern, karena hanya dengan kayu bakar juga dapat memasak air untuk membuat kopi," ujarnya.
Dia menjelaskan biji kopi juga bisa ditumbuk secara manual sehingga tetap dapat menyajikan kopi dengan peralatan seadanya.
"Intinya, menyajikan kopi tidak harus menggunakan peralatan modern, apa yang ada di sekeliling bisa digunakan sesuai dengan peruntukannya," katanya lagi.
Senada dengan Piter Tan, Pemilik Kedai Kopi Djuang Rejha Prayoga yang juga salah satu barista mengatakan para pemuda Yoboi harus dapat menunjukkan kemampuannya bahwa yang di kampung juga bisa sama dengan yang di kota.
"Dari pelatihan bagi pemuda Yoboi saja, bisa diketahui bahwa dari 16 orang yang dilatih, sudah terlihat yang memiliki potensi dan bakat untuk menekuni profesi sebagai peracik kopi," katanya.
Dia menambahkan dirinya berharap yang sudah mengikuti pelatihan dapat terus belajar dan berlatih sehingga kopi yang diracik memiliki kualitas yang mumpuni untuk disajikan kepada konsumen.
Sebelumnya, Komunitas sosial "Doing Deep and Wise for New Generation" (D2WNG) menggelar pelatihan dan pengenalan kopi bagi para pemuda di Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura selama dua hari.
Setelah dilatih, para pemuda Yoboi juga dihibahkan peralatan dan perlengkapan yang dapat digunakan untuk membuka kedai kopi kecil di wilayah setempat.
Sekretaris Komunitas Sosial D2WNG Dhias Suwandi mengatakan pihaknya mengharapkan pelatihan dan penyerahan bantuan ini dapat membantu serta mendukung Kampung Yoboi mengembangkan wilayahnya sebagai tempat wisata khususnya menjelang PON XX Papua.
Pemilik Kedai Kopi Pit's Corner dan juga Barista Piter Tan dalam siaran pers di Jayapura, Senin, mengatakan ide untuk memunculkan menu unik ini disesuaikan dengan kearifan lokal yang ada pada Kampung Yoboi.
"Kampung Yoboi sudah unik, jika menyajikan menu-menu kuliner yang lokal maka dapat memberikan nilai jual tersendiri," katanya.
Menurut Piter, misalnya jika menyajikan kopi dengan menggunakan air kelapa, atau memakai batok kelapa untuk menyajikan kopi kepada konsumen.
"Jangan takut untuk memulai meracik kopi tanpa perlengkapan yang modern, karena hanya dengan kayu bakar juga dapat memasak air untuk membuat kopi," ujarnya.
Dia menjelaskan biji kopi juga bisa ditumbuk secara manual sehingga tetap dapat menyajikan kopi dengan peralatan seadanya.
"Intinya, menyajikan kopi tidak harus menggunakan peralatan modern, apa yang ada di sekeliling bisa digunakan sesuai dengan peruntukannya," katanya lagi.
Senada dengan Piter Tan, Pemilik Kedai Kopi Djuang Rejha Prayoga yang juga salah satu barista mengatakan para pemuda Yoboi harus dapat menunjukkan kemampuannya bahwa yang di kampung juga bisa sama dengan yang di kota.
"Dari pelatihan bagi pemuda Yoboi saja, bisa diketahui bahwa dari 16 orang yang dilatih, sudah terlihat yang memiliki potensi dan bakat untuk menekuni profesi sebagai peracik kopi," katanya.
Dia menambahkan dirinya berharap yang sudah mengikuti pelatihan dapat terus belajar dan berlatih sehingga kopi yang diracik memiliki kualitas yang mumpuni untuk disajikan kepada konsumen.
Sebelumnya, Komunitas sosial "Doing Deep and Wise for New Generation" (D2WNG) menggelar pelatihan dan pengenalan kopi bagi para pemuda di Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura selama dua hari.
Setelah dilatih, para pemuda Yoboi juga dihibahkan peralatan dan perlengkapan yang dapat digunakan untuk membuka kedai kopi kecil di wilayah setempat.
Sekretaris Komunitas Sosial D2WNG Dhias Suwandi mengatakan pihaknya mengharapkan pelatihan dan penyerahan bantuan ini dapat membantu serta mendukung Kampung Yoboi mengembangkan wilayahnya sebagai tempat wisata khususnya menjelang PON XX Papua.
Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Uncen Papua ajari masyarakat Yoboi olah minyak jelantah menjadi biodiesel
15 September 2025 6:50 WIB
Ditjen Perkebunan RI: Rumah sagu membantu tingkatkan ekonomi masyarakat
10 February 2025 16:02 WIB, 2025
Tokoh adat dorong masyarakat Papua tanam sagu sebagai sumber karbohidrat
07 February 2024 18:42 WIB, 2024
DP3A: Kampung Yoboi-Asei Besar contoh kampung ramah perempuan dan peduli anak
21 August 2023 15:16 WIB, 2023