Biak (ANTARA) - Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Papua menyebut, profesi tenaga perawat di Tanah Papua menjadi pilar penting terdepan dalam melayani kesehatan masyarakat hingga pelosok kampung.

"Di era modern ini tenaga perawat bukan saja bertanggung jawab atas perawatan fisik pasien, tetapi dituntut mampu gunakan alat teknologi membantu mendiagnosis, memantau, dan memberikan perawatan kepada pasien," ujar Ketua DPW PPNI Provinsi Papua Jems Kifen Roger Maay di Biak, Minggu.

Ia mengakui, dengan meningkatnya jumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang menggunakan teknologi tinggi, lulusan akademi keperawatan yang memiliki keterampilan teknologi akan lebih diminati oleh pasar kerja.

Terkait dengan layanan Puskesmas di Biak Numfor beroperasi 24 jam, menurut Maay, pihaknya memberikan apresiasi dan mendukung program peningkatan layanan Puskesmas 24 jam di Kabupaten Biak Numfor.

"Peningkatan layanan kesehatan di Puskesmas selama 24 jam sebagai kebijakan pemerintah daerah yang harus didukung tenaga perawat di Kabupaten Biak Numfor," katanya.

Ia mengaku, operasional Puskesmas menjadi 24 jam merupakan kebijakan Pemkab Biak Numfor sehingga patut didukung perawat di Biak Numfor.

"Sebagai mitra kerja pemerintah dalam pelayanan kesehatan untuk warga Biak Numfor kami tetap kawal program operasional 24 jam Puskesmas," tegasnya.

Bagi tenaga perawat yang bertugas di Puskesmas, pesan Jems, untuk berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Biak Numfor.

"Jajaran tenaga perawat yang bergabung dalam wadah organisasi PPNI senantiasa mendukung peningkatan layanan Puskesmas 24 jam," harap Jems

Berdasarkan data sebanyak 810 anggota perawat di Kabupaten Biak Numfor mengabdi di 21 Puskesmas, rumah sakit umum daerah, poliklinik kesehatan TNI/Polri serta klinik swasta.
.