Jayapura (ANTARA) - PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Papua mencatat pendapatan buku 2025 menembus Rp4 miliar berdasarkan laporan sementara (unaudit) capaian ini membuka peluang peningkatan kontribusi dividen ke pemerintah daerah pada 2026.
Direktur Keuangan Jamkrida Papua Edwin Maikel Jelmau di Jayapura, Selasa, mengatakan pada tahun buku 2024 perseroan menargetkan setoran dividen Rp400 juta kepada pemerintah daerah namun realisasi yang dilaporkan pada 2025 mencapai Rp1,3 miliar.
“Target tahun buku 2024 sekitar Rp400 juta, tapi yang kami setor Rp1,3 miliar dan untuk 2025 pendapatan unaudit awalnya diproyeksikan Rp2,2 miliar namun hingga penutupan per 31 Desember, angka tersebut meningkat signifikan," katanya.
Menurut Edwin, pendapatan unaudit sudah tembus Rp4 miliar sehingga dari situ, potensi kontribusi ke pemerintah daerah bisa mencapai sekitar Rp2 miliar.
"Setoran dividen buku 2025 baru akan dilakukan pada 2026 setelah seluruh proses audit eksternal rampung dan mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham sehingga angka pastinya menunggu audit independen,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Jamkrida Papua Desty Pongsikabe mengatakan lonjakan pendapatan 2025 terjadi di tengah tekanan fiskal daerah di mana kondisi tersebut mendorong perseroan memperluas penjaminan kredit dan proyek ke luar Provinsi Papua.
“Kami melihat keterbatasan fiskal sebagai peluang oleh sebab itu Jamkrida Papua memperluas penjaminan ke luar Papua agar kinerja tetap terjaga," katanya.
Menurut Desty, penjaminan proyek kementerian, balai, dan instansi vertikal menjadi salah satu penopang pendapatan. Penyesuaian skema kolateral juga dilakukan secara bertahap.
"Memasuki 2026 berdasarkan Pemeriksaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan di mana kami diminta untuk mulai menyeimbangkan ekspansi dengan penguatan manajemen risiko sehingga hal ini menjadi dasar penajaman kehati-hatian," ujarnya.