Jayapura (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Wilayah Papua dan Papua Barat menyuplai tenaga listrik 865 kilovolt ampere (kVA) untuk RSUD Raja Ampat di Waisai, Papua Barat Daya, guna peningkatan kualitas layanan dasar kepada masyarakat di daerah itu.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur di Jayapura, Rabu, mengatakan penyalaan listrik pada fase pra operasional ini menjadi langkah strategis guna mempercepat penyelesaian pembangunan serta memastikan kesiapan fasilitas sebelum resmi melayani masyarakat.
"Pasokan tenaga listrik yang stabil dinilai krusial pada tahap akhir pembangunan, terutama untuk pengujian berbagai peralatan medis berteknologi tinggi seperti CT-scan, MRI, hingga ventilator di ruang ICU," katanya.
Menurut Roberth, ketersediaan tenaga listrik yang andal menjadi fondasi penting dalam memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal tanpa gangguan.
"Rumah sakit merupakan pusat layanan publik yang harus didukung infrastruktur kelistrikan andal. Sehingga hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam memastikan pembangunan daerah berjalan beriringan dengan kesiapan fasilitas dan sistem pendukung," ujarnya.
Dia menjelaskan, pihaknya memahami tantangan geografis yang dihadapi masyarakat Raja Ampat, terutama dalam mengakses layanan kesehatan karena dengan listrik yang stabil, maka dipastikan pelayanan RSUD Raja Ampat lebih lancar.
"Kami tidak hanya hadir sebagai penyedia daya, tetapi juga mitra strategis dalam memastikan keandalan sistem kelistrikan. Listrik yang beroperasi 24 jam menjadi fondasi utama dalam menjamin pelayanan kesehatan, khususnya pengoperasian alat medis berteknologi tinggi secara optimal,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Penunjang Medik RSUD Raja Ampat, Naharuddin Abbas mengatakan, pihaknya menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam penyambungan daya listrik tersebut.
"Keandalan listrik menjadi elemen vital dalam mendorong transformasi rumah sakit menuju fasilitas kesehatan modern untuk itu kolaborasi yang terjalin sangat responsif dan profesional," katanya.