Wamena (ANTARA) - Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua melalui Pusat Studi Gender dan Anak melatih kelompok wanita Gereja Kingmi Alberth Lewis Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan membuat abon dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ketua Pusat Studi Gender dan Anak Uncen Jayapura Prof Vince Tebai di Wamena, Rabu mengatakan dukungan ini sebagai wujud dalam menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi salah satunya pengabdian.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai pusat pendidikan di perguruan tinggi, tetapi dapat menjadi wadah memberikan informasi yang baik kepada masyarakat salah satunya mendukung pertumbuhan ekonomi melalui usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM membuat abon dari ikan air tawar,” katanya.
Menurut dia, kehadiran mereka untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai cara membuat abon ikan air tawar sekaligus cara mengemasnya untuk dipasarkan.
“Kami tidak hanya mengajarkan membuat abon saja, tetapi juga memberikan pemahaman cara mengemas dan memasarkannya sehingga wanita-wanita gereja ini dapat membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.
Dia menjelaskan pengemasannya pun itu dapat dilakukan dalam produksi abon skala mikro maupun kecil dan dilakukan dengan biaya yang terjangkau.
“Kami memberikan pelatihan cara mengemas abon ikan air tawar dalam kemasan 100-500 gram dalam produksi mikro maupun kecil supaya membantu mereka memperoleh pendapatan,” katanya.
Dia menambahkan selain untuk meningkatkan ekonomi keluarga, pelatihan ini juga membuka wawasan wanita-wanita Gereja Kingmi Alberth Lewis Wamena untuk mengolah ikan dalam bentuk lain supaya disukai anak-anak.
“Anak-anak itu pasti akan bosan ketika orang tua hanya membuat satu macam olahan, tetapi kalau ikan air tawar yang diambil dari kolam ikan hasil budi daya, kemudian di olah dalam berbagai bentuk salah satunya abon maka dapat meningkatkan nafsu makan anak-anak dan gizi mereka terpenuhi secara baik,” ujarnya.