
Gadis kecil dan kepergian ayahnya

Saat melihat jenazah ayahnya yang terbaring kaku dalam penjagaan para prajurit TNI, bocah perempuan itu menghampiri foto ayahnya yang berukuran besar dan menciumnya.
Diusapnya foto yang terletak di depan jenazah ayahnya, sembari sesekali mengusap air matanya.
Aksi gadis cilik itu mengundang rasa iba dan penuh haru para kerabat dan sanak keluarga yang tengah melayat di rumah duka.
Tangisan dan derai air mata semakin menjadi-jadi, kala menyaksikan putri cilik itu menyampaikan pesan khusus pada ayahnya dengan cara mencium foto itu.
Bocah ini bernama Cinta, dan ayahnya Mayor Inf Faqih Rasyid yang kini berpangkat Letkol Anumerta, karena gugur di medan tugas saat menumpangi helikopter milik TNI AD jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 yang jatuh di atas perkebunan di Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisi, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3).
Faqih gugur bersama 12 anggota TNI lainnya yakni Danrem 132/Tadulako Kol Inf Saiful Anwar, Kapten Dr Yanto, Kolonel Inf Heri, Kolonel Ontang, Letkol Cpm Tedy, Kapten Cpm Agung, Lettu Cpn Wiradi, Letda Cpn Tito, Sertu Bagus, Serda Karmin, dan Pratu Bangkit dan Prada Kiki.
Dua belas anggota TNI itu pun mendapat penghormatan kenaikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi dari pangkat yang diemban sebelum gugur di medan tugas.
Sekilas gadis kecil yang belum genap lima tahun itu tampak tegar di tengah kesedihan yang menimpa keluarganya. Apakah karena masih kecil dan belum memahami secara mendalam keberadaan ayah dalam hidupnya? ataukah air mata gadis itu sudah kering karena menangis berhari-hari.
Pada akhirnya Cinta harus merelakan kepergian ayahnya untuk selamanya. Jenazah Letkol Anumerta Faqih dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (22/3).
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti sempat menghadiri pemakaman militer 13 jenazah korban kecelakaan helikopter TNI AD jenis Helly Bell 412 di TMP Kalibata.
Panglima TNI dan Kapolri terlihat berjalan beriringan di belakang peti jenazah anggota TNI. Keduanya lalu berjalan menuju lokasi upacara pemakaman. Sedangkan para pelayat mengikuti di belakang iringan pimpinan TNI.
Hujan gerimis mengiringi upacara militer melepas kepergian anggota TNI yang gugur dalam tugas. Tembakan salvo terdengar saat peti mati memasuki lokasi pemakaman. Upacara dimulai pukul 14.00 WIB.
Prosesi pemakaman akan dilakukan dua gelombang. Upacara pertama dilakukan untuk 11 jenazah yang beragama Islam, namun selang 30 menit kemudian akan dilanjutkan dengan upacara pemakaman 2 jenazah yang beragama Kristen.
Danjen Kopasus Mayjen TNI Muhammad Herindra akan bertindak selaku Inspektur upacara pemakaman untuk 11 jenazah yang beragama muslim. Sedangkan upacara pemakaman 2 jenazah yang beragama kristen akan dipimpin oleh Danpus Penerbad Brigjen Benny Susianto.
Upacara pemakaman jenazah tersebut berlangsung khidmat dan penuh haru dengan diiringi tangisan dari sanak keluarga korban yang menyaksikan jenazah dikebumikan. Kuburan mereka berada di blok Z dan blok AA.
Mabes TNI menyatakan kecelakaan helikopter TNI AD itu diduga karena faktor cuaca.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Tatang Sulaiman menyatakan, saat helikopter itu jatuh, cuaca dalam kodisi hujan.
"Penyebab kecelakaan sementara diduga karena faktor cuaca. Cuaca di sana mendekati pendaratan di stadiun sepakbola di Poso itu dalam keadaan hujan," kata Tatang di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.
Tatang menyatakan, helikopter itu berangkat dari Desa Napu menuju Poso sekitar pukul 17.20.
Namun, sekitar pukul 17.55, helikopter tersebut jatuh di atas perkebunan Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisi, Sulawesi Tengah.
Kendati demikian, Mabes TNI menyatakan, tim investigasi sedang dibentuk untuk mengungkap penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut. (*/Pama Pendam XVII/Cenderawasih)
Pewarta : Kapten Arh Parlan
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
