Logo Header Antaranews Papua

Pemkab Biak minta kepala kampung bentuk koperasi mencegah rentenir

Jumat, 6 Januari 2023 21:06 WIB
Image Print
Wakil Bupati Calvin Mansnembra bersama Plt Sekda Biak ZR Mailoa melakukan pertemuan dengan seratusan kepala kampung untuk 15 program unggulan dibuat pemerintah kampung 2023, Jumat. ANTARA/Muhsidin

Biak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua meminta kepada 257 kepala kampung maupun desa untuk membuat program mendirikan koperasi untuk mencegah praktik rentenir simpan pinjam uang dengan bunga tinggi.

"Hadirnya koperasi diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan bahan pokok serta bisa mengelola simpan pinjam uang masyarakat kampung," ujar Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Biak ZR Mailoa saat rapat koordinasi dengan seratusan kades di Biak, Jumat.

Plt Sekda ZR Mailoa mengatakan imbauan pendirian koperasi di setiap kampung merupakan program kebijakan Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap untuk menggairahkan perekonomian masyarakat di berbagai kampung mengelola potensi alam setempat.

Menurut dia, koperasi yang merupakan soko guru ekonomi kerakyatan sangat cocok dibentuk setiap kampung karena dapat membantu memenuhi kebutuhan warga setempat dengan semangat gotong royong.

"Saya harapan para kepala kampung harus bisa merealisasikan program pendirian koperasi menyediakan simpan pinjam untuk warga," kata Mailoa mengutip 15 usulan program Bupati Herry Ario Naap bagi kampung selama 2023.

Sementara itu, Wakil Bupati Biak Calvin Mansnembra ikut mengajak para kepala kampung untuk menindaklanjuti usulan program kegiatan pada 2023.

"Sejumlah 15 program yang disampaikan untuk pemerintah kampung yakni menanam cabai hingga beternak ayam petelur, " ujar Wakil Bupati Calvin Mansnembra memimpin rapat pertemuan kepala kampung.

Dalam kesempatan ini, Asisten II bidang perekonomian Biak Lot Jensenem kepada ANTARA mengatakan usulan program pendirian koperasi setiap kampung menjadi alternatif menumbuhkan ekonomi masyarakat kampung.

Sedangkan tujuan lain berdirinya koperasi di kampung, menurut dia, untuk mengurangi para rentenir beroperasi melakukan pinjam meminjam uang di kampung dengan bunga lebih besar.

"Pendirian koperasi kampung merupakan ide brilian Bupati Herry Naap dan saran program yang sangat menyentuh kebutuhan warga di kampung," kata mantan kepala BPKAD Biak Numfor itu.

Dengan adanya koperasi, lanjut dia, maka desa maupun kampung bisa mengelola potensi ekonomi seperti pariwisata, perikanan, pertanian, perkebunan, kehutanan dan sumber daya alam kampung lainnya.

Selama ini banyak sejumlah pedagang kecil di Biak yang mendapat pinjaman modal usaha dari para rentenir yang berkedok koperasi simpan pinjam. Untuk setiap peminjaman sekitar Rp1 juta, pengembalian dana bisa mencapai Rp1,2 juta dengan bunga pinjaman 20 persen.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026