Logo Header Antaranews Papua

Dinkes Jayawijaya tangani 315 kasus diabetes selama 2024

Senin, 7 April 2025 13:52 WIB
Image Print
Kepala Bidang P2P Dinkes Kabupaten Jayawijaya Theresia F Resubun ketika diwawancarai sejumlah wartawan di Wamena. ANTARA/Yudhi Efendi
Masyarakat datang ke Puskesmas periksa diri

Wamena (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, menangani 315 kasus diabetes melitus sepanjang tahun 2024.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Jayawijaya Theresia F Resubun ketika dihubungi dari Wamena, Senin mengatakan penyakit diabetes melitus yang ditangani sepanjang 2024 cukup banyak 315 kasus.

“Penyakit ini biasanya dianggap sepele atau enteng, padahal kalau tidak ditangani baik biasa merenggut nyawa manusia,” katanya.

Menurut Theresia, meskipun kasus diabetes melitus masih terbilang kecil kalau dibandingkan dengan target penanganan pada 2024.

“Target penanganan penyakit diabetes melitus 4.953 kasus, namun yang terealisasi 315 kasus atau 6,36 persen,” ujarnya.

Dia menjelaskan yang menjadi kendala di lapangan dalam penanganan diabetes melitus karena kurangnya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan.

“Masyarakat yang memiliki kesadaran memeriksakan diri itu masih sangat kurang, padahal pelayanan pemeriksaan ini bisa diperoleh pada 37 puskesmas yang tersebar 40 distrik,” katanya.

Dia berharap pada tahun ini masyarakat senantiasa melakukan pemeriksaan diri secara mandiri untuk dapat bisa ditangani berbagai penyakit khususnya diabetes melitus.

“Penyakit apapun kalau ditangani secara baik maka tingkat kesembuhannya tinggi, maka kami berharap masyarakat untuk datang ke puskesmas untuk periksa diri ketika mengalami gejala diabetes,” ujarnya.

Gejala umum penyakit diabetes melitus di antaranya peningkatan rasa haus, peningkatan frekuensi buang air kecil, mudah lelah, penurunan berat badan dan tiba-tiba penglihatan menjadi kabur.*



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026