Logo Header Antaranews Papua

Tokoh Pemuda Papua berharap Sekolah Rakyat tingkatkan kualitas SDM

Rabu, 13 Agustus 2025 18:25 WIB
Image Print
Suasana dialog interaktif tentang sekolah rakyat, suara muda dari timur untuk masa depan Indonesia  bertempat di RRI Jayapura, Papua, Selasa (12/8/2025). ANTARA/Qadri Pratiwi

Jayapura (ANTARA) - Tokoh Pemuda di Papua berharap Program Sekolah Rakyat yang digagas oleh pemerintah menjadi langkah strategis sebagai upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya bagi keluarga kurang mampu.

Hal ini dikutip pada dialog interaktif tentang Sekolah Rakyat, suara muda dari timur untuk masa depan Indonesia.

Kepala LKBN ANTARA Biro Papua Hendrina Dian Kandipi di Jayapura, Rabu, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program baru yang patut dicoba meskipun masih menuai pro dan kontra.

“Program tersebut saat ini baru tersedia di tingkat SMA dan berlokasi di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial dengan jumlah 100 siswa, terdiri atas 50 orang dari Kota Jayapura serta sisanya dari Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Jayapura,” katanya.

Menurut Dian, oleh sebab itu fasilitas dan tenaga pendidik harus di persiapan dengan sebaik-baiknya agar memberikan rasa nyaman bagi para siswa tersebut.

“Sekolah Rakyat ini berpola asrama sangat bagus karena tidak hanya pembelajaran akademi saja yang didapatkan melainkan penguatan karakter sehingga para siswa bisa lebih terarah ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Pokja Papua Cerdas BP3OKP Imelda Carolina Felle mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat ini juga merupakan salah satu upaya dalam memutus rantai kemiskinan di Papua.

“Memang ada tantangan terutama pada siswa namun itu hal yang wajar karena sekolah rakyat adalah hal baru sehingga butuh penyesuaian,” katanya.

Menurut Imelda, diperlukan pendekatan yang lebih intensif dari pengelola program.

“Program ini sangat baik karena banyak anak putus sekolah di Papua akibat adanya biaya pendidikan yang tinggi. Untuk itu Sekolah Rakyat bisa mengakomodir mereka agar tetap menerima pendidikan yang layak dan bersaing dengan siswa dari sekolah lainnya,” ujarnya.

Senada juga disampaikan oleh Staf Kantor Kampung Tobati Yan Fredik Pepuho mengatakan di mana pihaknya menekankan kurikulum pada sekolah rakyat harus memasukkan kearifan lokal.

“Sehingga kami berharap keberadaan sekolah rakyat dapat menjadi model pendidikan kontekstual yang menjawab kebutuhan masyarakat Papua, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda berpendidikan, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional nantinya,” ujarnya.

Sebelumnya, telah dilakukan dialog interaktif tentang sekolah rakyat, suara muda dari timur untuk masa depan Indonesia bertempat di RRI Jayapura, Papua, Selasa (12/8).



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026