
BPBD Supiori gencarkan edukasi mitigasi bencana 38 kampung

Biak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Supiori, Papua, menggencarkan edukasi mitigasi kesiapsiagaan bencana bagi warga di 38 kampung.
"Keadaan cuaca yang berubah-ubah, sehingga warga di 38 kampung perlu terus mendapat edukasi kesiapsiagaan bencana," ujar Kepala BPBD Supiori Lukas Mansawan di Biak, Senin.
Menurutnya, dengan adanya kepekaan terhadap situasi cuaca dan kondisi alam, maka dapat mengurangi tingkat risiko bencana.
Lukas menyebut kejadian bencana tidak dapat diramalkan oleh siapapun karena itu masyarakat harus diberikan informasi tentang fenomena alam.
"Dengan warga senantiasa siap siaga bencana, berarti dapat mencegah atau mengurangi risiko bencana," sebutnya.
Untuk upaya mengurangi risiko bencana, lanjut Lukas, jajaran BPBD Supiori sudah membentuk Kampung/Desa Tangguh Bencana.
Dengan keberadaan kampung tangguh bencana, kata dia, maka masyarakat bisa lebih banyak mendapatkan pengetahuan dan informasi tentang mitigasi bencana.
"Apalagi dengan wilayah geografis Kabupaten Supiori merupakan daerah yang berada di bibir Samudera Pasifik, maka risiko bencana perlu dicegah atau dikurangi," kata Lukas.
Cara lain BPBD Supiori meningkatkan kesiapsiagaan bencana, lanjut dia, dengan telah terpasang informasi cuaca dan peringatan dini tsunami yang beroperasi 24 jam.
"Kami juga sudah memasang rambu-rambu evakuasi bencana sebagai informasi bagi masyarakat," katanya.
Kabupaten Supiori merupakan wilayah kepulauan yang berada di Samudera Pasifik dan merupakan daerah yang masuk rawan bencana.
Pewarta : Muhsidin
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
