
Pemkab memperkuat wawasan mitigasi warga Jayawijaya antisipasi bencana alam

Wamena (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan memperkuat wawasan mitigasi bagi warga 40 distrik guna mencegah bencana alam.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayawijaya Lekius Yikwa di Wamena, Senin, mengatakan pada bulan April 2025, daerah ini dilanda bencana alam berupa banjir di 21 distrik yang berada di bantaran sungai Baliem dan beberapa distrik lainnya.
“Tentu bencana ini menjadi pelajaran untuk kita semua, terutama warga yang berada di 40 distrik untuk senantiasa waspada dan dapat melakukan sesuatu ketika terjadi bencana alam baik gempa bumi, banjir maupun tanah longsor,” katanya pada pembukaan pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana di Kabupaten Jayawijaya.
Menurut dia, penanggulangan bencana telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 yang mengamanatkan dalam upaya penanggulangan bencana hendaknya dilakukan secara komprehensif, menyeluruh dan terkoordinasi.
“Upaya penanggulangan bencana dilakukan melalui tiga tahapan, yakni prabencana sebelum terjadinya bencana, tanggap darurat saat terjadi bencana dan tahapan setelah bencana atau rehabilitasi dan rekonstruksi (pemulihan). Dimana semua tahapan dilakukan melalui sistem komando dan terkoordinasi antar-lintas sektor,” ujarnya.
Dia menjelaskan sosialisasi pencegahan dan mitigasi bencana di Kabupaten Jayawijaya dilaksanakan dalam rangka peningkatan kapasitas warga di 21 distrik yang berada di bantaran sungai Baliem.
“Kami lakukan ini untuk menyamakan persepsi upaya penanggulangan bencana, terutama peran serta warga pada saat terjadi bencana. Edukasi dan pembelajaran penanggulangan bencana sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi bencana,” katanya.
Dia menambahkan warga yang telah mengikuti pelatihan pencegahan bencana dan mitigasi supaya dapat kembali dan memberikan informasi serta edukasi ke warga di wilayahnya, sehingga memiliki kemampuan penanggulangan bencana yang baik.
“Kami harap warga yang mengikuti pelatihan ini supaya membantu warga lainnya dalam memahami potensi risiko di lingkungan sekitar, mengenali tanda-tanda awal bencana dan mengetahui tindakan tepat yang harus diambil saat terjadi bencana alam,” ujarnya.
Dia berharap melalui sosialisasi ini akan tercipta kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, warga dan seluruh elemen, selanjutnya dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta (warga) dalam menghadapi berbagai jenis bencana.
“Kami harap warga dapat mengadopsi budaya sadar bencana dan menerapkan langkah-langkah mitigasi di lingkungan masing-masing terutama 21 distrik di bantaran sungai Baliem,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
