Logo Header Antaranews Papua

PLN UIWP2B pastikan kehadiran listrik percepat pembangunan Papua Selatan

Selasa, 16 September 2025 14:08 WIB
Image Print
Manager PT PLN (Persero) UP3 Merauke, Heri Sutikno (kanan rompi biru) bersama Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo (tengah baju putih), dan Ketua DPR Papua Selatan, Yulians Charles Gomar meninjau progres pembangunan kawasan DOB Papua Selatan pada beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-PLN Papua)

Jayapura (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat menegaskan kesiapan menghadirkan pasokan listrik bagi kompleks pemerintahan yang sedang dibangun di Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, sebagai wujud komitmen PLN dalam memperkuat infrastruktur dasar dan mempercepat pembangunan Papua Selatan.

"Kehadiran pasokan listrik ini adalah wujud komitmen kami untuk kelancaran roda pemerintahan, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Papua Selatan," kata General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar di Jayapura, Selasa.

Menurut Diksi, untuk itu sinergi antara PLN dan Pemerintah Provinsi Papua Selatan diharapkan dapat mempercepat terwujudnya pembangunan berkelanjutan serta pelayanan publik yang optimal demi kesejahteraan masyarakat setempat.

Sementara itu Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Merauke, Heri Sutikno, mengatakan saat ini pasokan listrik untuk proses konstruksi telah dipenuhi melalui sambungan multiguna. Total daya multiguna yang terpasang mencapai 135.700 VA yang tersebar di lima lokasi pembangunan.

“Kami menargetkan commisisoning test untuk Kantor Gubernur, DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) Papua Selatan, dan MRP (Majelis Rakyat Papua) dapat dilakukan pada akhir November 2025, dan siap menyala awal Desember 2025. Sedangkan untuk rumah susun dan rumah khusus, target menyala lebih cepat, yaitu pada akhir Oktober 2025,” katanya.

Menurut Heri, untuk kawasan perkantoran, PLN telah menghitung kebutuhan daya listrik di setiap bangunan. Kantor Gubernur Papua Selatan, Kantor DPR Papua Selatan, dan Kantor MRP akan membutuhkan daya masing-masing 555 kilo volt ampere (kVA).

"Sementara itu, dua fasilitas umum akan dipasok dengan daya masing-masing 33 kVA. Kebutuhan listrik juga disiapkan untuk 88 unit rumah susun dan 50 unit rumah khusus, yang masing-masing akan menggunakan daya 1.300 VA," ujarnya.

Sementara itu Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menyambut baik kolaborasi ini dan berharap agar seluruh masyarakat ikut mendukung.

“Kami berterima kasih kepada PLN yang telah berperan aktif dalam mendukung pembangunan DOB (Daerah Otonomi Baru) Papua Selatan. Kami juga meminta PLN agar bisa menyediakan kebutuhan listrik yang memadai, baik untuk proses konstruksi saat ini hingga penyambungan listrik baru nantinya,” katanya.



Pewarta :
Editor: Editor Papua
COPYRIGHT © ANTARA 2026