
PLN alirkan daya listrik 1.110 kVA dukung operasional RS PKU Unimuda Sorong

Jayapura (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat mengalirkan daya listrik sebesar 1.110 kilo Volt Ampere (kVA) untuk mendukung operasional Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong, Papua Barat Daya.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar di Jayapura, Jumat, mengatakan penyaluran daya listrik tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur strategis, khususnya di sektor kesehatan di wilayah timur Indonesia.
“Penyambungan listrik ini merupakan bentuk dukungan PLN terhadap program pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di Papua Barat Daya, salah satunya sektor kesehatan," katanya.
Menurut Diksi, l setelah pembangunan gedung rumah sakit rampung, tugas pihaknya memastikan infrastruktur kelistrikan siap 100 persen.
"Dengan daya terpasang sebesar 1.110 kVA, PLN menjamin keandalan pasokan listrik untuk mendukung target operasional RS PKU Muhammadiyah Unimuda Sorong dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ujarnya.
Dia menjelaskan kehadiran listrik yang andal menjadi penopang utama bagi layanan publik, termasuk rumah sakit yang membutuhkan pasokan energi stabil untuk mendukung berbagai peralatan medis dan layanan kesehatan.
“Kehadiran RS PKU Muhammadiyah UNIMUDA diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan dan kemajuan wilayah Aimas serta sekitarnya karena itu kami bakal terus memastikan keandalan pasokan listrik di kawasan terpadu ini menjadi salah satu prioritas kami,” katanya.
Dia menambahkan dengan tersedianya daya listrik yang memadai, diharapkan RS PKU Muhammadiyah Unimuda Sorong dapat segera beroperasi dan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di Papua Barat Daya.
"RS PKU Muhammadiyah Unimuda Sorong dirancang untuk melayani masyarakat dengan berbagai fasilitas utama, di antaranya Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang perawatan intensif (ICU), layanan poliklinik spesialis, kamar operasi dengan peralatan medis modern, serta sekitar 100 tempat tidur untuk layanan rawat inap," ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
