
Perempuan adat Papua prakarsai gerakan literasi di Danau Sentani

Sentani (ANTARA) - Perempuan Adat dari pesisir Danau Sentani di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua Hanny Felle memprakarsai gerakan literasi berbasis budaya melalui pendirian Rumah Baca Yoboy.
Pengelola Rumah Baca Yoboy Hanny Felle saat diwawancarai di Kampung Yoboy Sentani, Jumat, mengatakan langkah yang diambilnya merupakan wujud kepeduliannya terhadap masa depan generasi muda di kampungnya, yang tergerus arus modernisasi dan minim akses bacaan.
"Inisiatif mendirikan Rumah Baca Yoboy ini berawal dari keprihatinan melihat anak-anak yang lebih akrab dengan gawai dibandingkan buku," katanya.
Menurut Hanny, ia menyadari bahwa kebiasaan membaca harus ditumbuhkan sejak dini agar anak-anak Papua khususnya di pesisir Danau Sentani tidak kehilangan daya pikir kritis dan jati dirinya.
"Budaya membaca itu penting, tetapi lebih dari itu kami ingin anak-anak mengenal cerita rakyat, bahasa daerah, dan nilai-nilai adat. Karena budaya adalah identitas kita," ujarnya.
Dia menjelaskan, Rumah Baca Yoboy berdiri sejak 2012 dan kini menjadi ruang belajar bersama bagi anak-anak dan remaja Kampung Yoboy, selain menyediakan buku bacaan, juga menjadi tempat berkumpul.
"Kegiatan literasi yang kamu lakukan tidak sekedar mengarahkan membaca dan menulis, melainkan juga menanamkan rasa bangga terhadap budaya Papua," katanya lagi.
Dia menambahkan, melalui buku anak-anak diajak mengenal kembali tradisi leluhur mereka, seperti cerita asal usul Danau Sentani, kisah para tetua adat, hingga lagu-lagu rakyat yang hampir punah.
"Pendidikan bukan hanya soal membaca buku pelajaran, tetapi juga memahami siapa kita dan dari mana kita berasal," ujarnya lagi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Perempuan adat Papua gerakan literasi dari Danau Sentani
Pewarta : Agustina Estevani Janggo
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
