Sentani (ANTARA) - Kepolisan Resor (Polres) Jayapura, Provinsi Papua melalui Kepolisian Sektor (Polsek) Sentani Kota mengimbau pelajar di wilayah itu agar tidak terlibat dalam aksi kekerasan dan lebih fokus pada pendidikan untuk masa depan.
Imbauan tersebut menyusul upaya cepat aparat kepolisian mencegah bentrokan antarsiswa SMA Negeri 1 Sentani dan SMK Negeri 1 Sentani, kata Kapolsek Sentani Kota AKP Sunardi di Sentani, Jumat.
Dia mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan adanya pergerakan pelajar dari dua sekolahyang hendak terlibat bentrok, dengan menurunkan personel ke lokasi tersebut.
"Langkah cepat kami lakukan untuk mencegah jatuhnya korban dan meluasnya bentrokan, kami amankan puluhan pelajar dan beberapa barang bukti seperti katapel, batu dan pisau," katanya.
Menurut Sunardi, berdasarkan penyelidikan awal, aksi saling serang antarpelajar itu dipicu oleh beredarnya pesan provokatif di media sosial yang memancing emosi dan memicu salah paham antarsiswa.
"Kami menemukan pesan berantai di grop whatsapp yang bersifat memancing kemaraham, ini menjadi pemicu utama, kami imbau anak-anak lebih hati-hati dalam bermedia sosial dan fokus belajar untuk masa depan," ujarnya.
Dia menjelaskan, Polsek Sentani Kota juga memberikan pembinaan karakter kepada para pelajar yang diamankan.pembinaan meliputi latihan kedisiplinan, penghormatan terhadap bendera merah putih, dan potong rambut bersama.
"Tujuannya untuk menanamkan nilai kebersamaan dan kedisiplinan bagi para siswa, kami juga menghadirkan perwakilan sekolah dan orang tua siswa untuk diberikan pemahaman serta menandatangani surat pernyataan bersama, sebagai bentuk komitmen," katanya lagi.
Dia menambahkan pihaknya berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari, dan ini menjadi pelajaran bagi semua pihak baik orang tua, sekolah dan masyarakat.
"Situasi pada kawan sekolah Telang kondusif dan kami terus akan memastikan situasi keamanan tetap kondusif, dengan meningkatkan patroli dan pemantauan di lingkungan pendidikan sebagai langkah pencegahan dini," ujarnya lagi.

