Jayapura (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua menekankan pentingnya sinergi dengan insan pers dalam memperkuat nilai-nilai kerukunan serta moderasi beragama di Tanah Papua.
Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag Papua Abdul Hafid Jusuf di Jayapura, Rabu, mengatakan media memiliki peran strategis bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Informasi hari ini sudah menjadi kebutuhan seperti sembako. Karena itu, SDM Kemenag harus menguasai teknologi, memiliki integritas, dan dipercaya masyarakat,” katanya usai membuka kegiatan “Ngobrol Bareng Awak Media Lokal Semester II Tahun 2025" di Jayapura, Rabu.
Menurut Abdul, kolaborasi antara Kemenag dan insan pers diharapkan dapat memperkuat semangat kebangsaan serta menjadi sarana edukasi publik untuk membangun kehidupan beragama yang harmonis.
"Apalagi, hal ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan penguatan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi di lingkungan Kemenag Provinsi Papua," ujarnya.
Dia mengatakan kegiatan ini diikuti 20 peserta yang terdiri atas perwakilan media siber, cetak, maupun elektronik se-Kota Jayapura dimana acara tersebut berlangsung selama sehari.
"Sehingga, kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara pejabat Kanwil Kemenag Papua dengan wartawan dan pimpinan media, guna membangun komunikasi publik yang transparan, terbuka, dan berimbang," katanya.
Dia menambahkan media harus menyampaikan berita yang cepat, akurat, dan membawa semangat kebangsaan.
“Kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, tapi komitmen bersama menghadirkan Papua yang harmonis dalam keberagaman,” ujarnya.

