
Pemprov Papua menjadikan Indeks Pembangunan Pemuda arah politik lokal

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menetapkan peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) sebagai arah politik pembangunan daerah guna memperkuat peran generasi muda dalam sistem sosial, ekonomi, dan politik lokal.
Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen di Jayapura, Kamis, mengatakan bahwa IPP bukan hanya ukuran keberhasilan pembangunan manusia, melainkan juga representasi dari komitmen politik daerah terhadap masa depan pemuda Papua.
“Peningkatan IPP adalah bagian dari strategi politik pembangunan Papua yang menempatkan pemuda sebagai subjek utama perubahan,” katanya.
Menurut Aryoko, saat ini berdasarkan data IPP Papua 2024 meningkat menjadi 56,33 dengan capaian 70 persen jika dibandingkan IPP 2022 tercatat sebesar 57,50, di atas rata-rata nasional 55,33
"Dua tahun kemudian, pada 2024, IPP Papua meningkat menjadi 56,33 dengan capaian 70 persen di bidang pendidikan, 65 persen pada kesehatan dan kesejahteraan, serta 53,33 persen pada aspek gender dan inklusi sosial,"ujarnya.
Dia menjelaskan pemerintah ingin menjadikan anak muda Papua sebagai penggerak utama pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat.
"Karena itu, arah kebijakan daerah kini difokuskan pada penguatan kapasitas pemuda di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, dan kepemimpinan," katanya.
Dia menambahkan Pemprov Papua juga akan memperkuat Rencana Aksi Daerah Pembangunan Pemuda (RADPP) agar sejalan dengan agenda politik pembangunan jangka menengah daerah.
"Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif dan partisipatif bagi generasi muda," ujarnya.
Sebelumnya, Aryoko Rumaropen menerima penghargaan pelayanan kepemudaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) atas keberhasilan Pemprov Papua meningkatkan IPP secara signifikan dalam dua tahun terakhir bertempat Jakarta, Selasa (28/10).
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
