Jayapura (ANTARA) - Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Nerlince Rollo mengatakan rumah sakit di daerah itu harus menjadi pusat kesehatan yang inklusif.
"Untuk itu kami berharap agar sosok yang nanti menjadi pemimpin baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSU) Dok II Jayapura mampu membawa perubahan nyata dan menjadikan rumah sakit tersebut sebagai pusat pelayanan kesehatan yang inklusif dan profesional," katanya di Jayapura, Kamis.
Dia mengemukakan pimpinan RSUD Dok II Jayapura juga harus mampu membangun tim yang solid, loyal, dan memahami fungsi masing-masing dalam struktur organisasi.
"Karena pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama tanpa diskriminasi terhadap status sosial, latar belakang, atau kemampuan ekonomi pasien," ujarnya.
Dia menjelaskan Gubernur Papua Matius Fakhiri mulai membenahi manajemen dan layanan RSUD Jayapura dengan adanya pergantian direktur rumah sakit tersebut.
"Kami menilai pergantian direktur rumah sakit untuk peningkatan pelayanan publik yang lebih baik," katanya.
Dia mengatakan bahwa sebelumnya, MRP telah menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait dengan berbagai persoalan di RSUD Jayapura yang berdampak terhadap pelayanan kurang optimal kepada mereka.
"kami berharap agar ada sosok yang merupakan orang asli Papua (OAP) dan memiliki latar belakang sebagai dokter, dan memahami manajemen rumah sakit secara menyeluruh bisa menjadi direktur RSUD Jayapura," ujarnya.

