Logo Header Antaranews Papua

PT PLN sebut PLTS terapung menjadi opsi pengembangan EBT di Papua

Jumat, 21 November 2025 02:24 WIB
Image Print
Assistant Manager Komunikasi dan Manajemen Stakeholder PLN UIW PPB, Imam Alhakim bersama Plant Manager PLTS Terapung Cirata Kirjono Mudiarto (kiri) saat diwawancarai usai mengunjungi PLTS Terapung Cirata, Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (20/11). (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat menyebut PLTS terapung berpotensi menjadi opsi pengembangan energi baru terbarukan di Papua karena karakter wilayahnya yang didominasi pesisir dan perairan sehingga mendukung pemanfaatan energi surya.

Assistant Manager Komunikasi dan Manajemen Stakeholder PLN UIW PPB, Imam Alhakim di Purwakarta, Kamis mengatakan, Papua memiliki sejumlah lokasi yang dinilai potensial untuk pengembangan energi bersih berbasis tenaga surya.

“Daerah di Papua yang memiliki potensi EBT antara lain Kabupaten Mamberamo Raya, Merauke, Jayapura, dan beberapa wilayah pesisir lainnya,” katanya usai mengunjungi PLTS Terapung Cirata.

Menurut Imam, saat ini sejumlah proyek EBT di Papua telah berjalan dan masih terus diperluas sebagai bagian dari upaya mewujudkan energi bersih di Bumi Cenderawasih.

“Di Papua ada sekitar 372 system isolated dan delapan sistem besar yang mana 190 diantaranya merupakan pembangkit EBT," ujarnya.

Dia menjelaskan, PLN akan terus memperkuat implementasi energi terbarukan termasuk melalui pengembangan PLTS terapung maupun PLTS darat.

“Kami berharap pemanfaatan teknologi ini dapat memberikan gambaran lebih luas kepada masyarakat, termasuk di Papua, mengenai arah pengembangan energi bersih yang sedang dijalankan,” katanya.

Sementara itu, Plant Manager PLTS Terapung Cirata Kirjono Mudiarto mengatakan, kehadiran pembangkit tersebut menjadi salah satu wujud komitmen PLN dalam mendorong transisi energi menuju pemanfaatan EBT secara lebih masif.

“PLTS Terapung Cirata merupakan pembangkit tenaga surya terbesar di Indonesia, terbesar di Asia Tenggara, dan ketiga terbesar di dunia,” ujarnya.

Menurut Kirjono, PLTS Terapung Cirata memiliki kapasitas 192 MWp dengan total 49 inverter, dan diharapkan model pengembangan tersebut dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Sebelumnya, PLN UIWPB menggelar media gathering dengan melibatkan 19 jurnalis dari wilayah kerjanya. Kegiatan berlangsung pada 19–22 November di Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026