Sentani (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Provinsi Papua mendorong sinergi antara lembaga pendidikan dan institusi keagamaan untuk membangun pola hidup benar dan sehat di kalangan generasi muda.
Plt Sekda Kabupaten Jayapura Yusuf Yambe Yabdi di Sentani, Senin, mengatakan pendidikan formal tidak dapat bekerja sendirian, sehingga perlu kolaborasi dengan gereja, masjid, dan lembaga agama lain untuk memperkuat karakter serta kesadaran hidup sehat.
"Pola hidup baik diajarkan di sekolah, sementara pola hidup diajarkan di gereja dan masjid, juga tempat ibadah lainnya, keduanya harus berjalan secara sinergis," katanya.
Menurut Yusuf, kurikulum kesehatan jasmani di sekolah belum cukup menjaga dari persoalan seperti alkohol ,sehingga pendampingan moral melalui agama sangat dibutuhkan generasi muda.
"Kami mendorong semua institusi agama menjalankan program edukasi yang jelas agar generasi muda memilih hidup benar dan menghindari minuman beralkohol," ujarnya.
Dia menjelaskan diperlukan kolaborasi lintas sektor guna menyusun bentuk pendekatan terpadu untuk mengendalikan konsumsi minuman beralkohol di masyarakat.
"Selain edukasi, kami juga mendorong kampanye kesadaran di lingkungan keluarga karena pengawasan dan teladan orang tua berpengaruh kuat terhadap pilihan hidup remaja," katanya.
Dia menambahkan pemerintah memastikan kebijakan penguatan karakter akan terus dilanjutkan karena masa depan pembangunan daerah berada di tangan generasi muda yang mampu menjaga diri dan risiko kesehatan.
"Kami berharap sinergi mampu membangun masyarakat yang sehat, produktif, serta berkarakter kuat dalam menghadapi tantangan sosial dan budaya di masa depan," ujarnya.

