Logo Header Antaranews Papua

BI siapkan Rp1,8 T pada tujuh kas titipan di Papua hadapi Natal Tahun Baru 2026

Sabtu, 6 Desember 2025 01:04 WIB
Image Print
Masyarakat saat berbelanja di Pasar Tradisional Hamadi Jayapura, Papua, (ANTARA/Qadri Pratiwi)
Mendukung kelancaran transaksi masyarakat

Jayapura (ANTARA) - Bank Indonesia menyiapkan dana Rp1,86 triliun pada tujuh kas titipan di Papua untuk menjaga kecukupan uang tunai menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 guna mendukung kelancaran transaksi masyarakat di seluruh wilayah.

Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Papua David Sipahutar di Jayapura, Jumat, mengatakan penyediaan dana tersebut disesuaikan dengan perkembangan ekonomi masing-masing wilayah serta proyeksi peningkatan permintaan menjelang libur panjang akhir tahun ini di Papua.

"Kas titipan memiliki batasan saldo yang ditetapkan sesuai kebutuhan daerah dengan permintaan tinggi, seperti Timika dan Merauke, diperbolehkan menyimpan hingga Rp350 miliar untuk menjaga stabilitas peredaran uang rupiah," katanya.

Menurut David, untuk menghadapi Nataru 2026 pihaknya menetapkan dana kas titipan di Serui sebesar Rp125 miliar, Wamena Rp200 miliar, Sorong Rp3 miliar, Timika Rp350 miliar, Merauke Rp350 miliar, Biak Rp200 miliar dan.

"Sementara itu, Nabire memperoleh alokasi Rp350 miliar sehingga total dana kas titipan yang disiapkan Bank Indonesia di Tanah Papua mencapai sekitar Rp1,8 triliun untuk menjamin ketersediaan uang layak edar nasional" ujarnya.

Dia menjelaskan nilai tersebut mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp12,9 miliar, atau meningkat sekitar 113 persen seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat menjelang perayaan besar keagamaan nasional.

"Secara umum, di Tanah Papua Bank Indonesia juga menggelar program layanan penukaran uang bertajuk Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai untuk memudahkan masyarakat memperoleh uang layak edar jelang HBKN," katanya lagi.

Dia menambahkan di mana melalui program tersebut maka BI menargetkan penukaran uang Rupiah sebesar Rp27,6 miliar atau meningkat sekitar 113 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp12,9 miliar pada kegiatan Serunai sebelumnya itu.

"Kami berharap kecukupan uang tunai ini mampu mendukung kelancaran transaksi masyarakat, menjaga stabilitas sistem pembayaran, serta mendorong perputaran ekonomi daerah selama momentum Natal dan Tahun Baru 2026 di Papua Raya," ujarnya lagi



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026