Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menetapkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif salah satu pilar utama penggerak ekonomi daerah di mana kebijakan ini sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan.
Penjabat Sekda Papua Christian Sohilait di Jayapura, Minggu mengatakan, selain itu dengan sektor tersebut bisa membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.
"Papua memiliki kekayaan alam dan budaya yang menjadi modal strategis untuk dikembangkan secara berkelanjutan sehingga potensi ini harus dikembangkan," katanya.
Menurut Christian, oleh sebab itu semua harus bergerak bersama agar penguatan destinasi wisata, peningkatan kapasitas kelompok sadar wisata, serta penjaminan keamanan bagi wisatawan.
“Langkah-langkah ini merupakan bagian penting dari strategi pemerintah dalam mendorong sektor non-tambang. Keindahan alam, keramahan masyarakat, dan kekayaan budaya adalah kekuatan besar untuk menarik wisatawan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, untuk itu pada 2026 semua fokus pada, penguatan kelembagaan pariwisata karena menjadi prioritas agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di kampung-kampung dan wilayah pesisir.
"Selain pariwisata, Pemprov Papua juga menaruh perhatian besar pada hilirisasi sektor pertanian dan perikanan sebagai strategi peningkatan nilai tambah ekonomi daerah," katanya.
Dia menambahkan, potensi tersebut harus diolah dengan pendekatan penciptaan nilai tambah agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Investasi di sektor pertanian, perikanan, dan ekonomi biru harus terus didorong agar produk lokal memiliki daya saing.
"Karena pengembangan ekonomi biru tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga memperkuat rantai pasok lokal dan meningkatkan pendapatan daerah secara berkelanjutan,"ujarnya.
Sebelumnya Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait menghadiri acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Papua 2025 yang berlangsung di Kota Jayapura,Papua, Rabu (3/12).

