
BMKG minta nelayan waspada angin dan cuaca ekstrem di perairan Jayapura

Jayapura (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta para nelayan untuk waspada terhadap angin kencang dan cuaca ekstrem saat melaut di perairan Jayapura, Papua.
"BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini terkait dampak Siklon Tropis Maila yang kini terpantau di perairan utara Papua," kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura Heri Purnomo di Jayapura, Senin.
Dia mengatakan berdasarkan data terungkap pusat badai berada di kawasan Kepulauan Solomon, namun fenomena tersebut memicu penarikan massa udara yang signifikan di wilayah Jayapura hingga Sarmi.
Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura terus melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan Siklon Tropis Maila, sedangkan siklon tersebut saat ini berada di bawah wilayah kewenangan Biro Meteorologi Australia.
"Siklon tersebut menarik massa udara dalam jumlah besar, sehingga memicu peningkatan kecepatan angin yang diprediksi mencapai empat hingga 25 knot," kata dia.
Ia meminta masyarakat memperhatikan secara saksama situasi tersebut karena pergerakan Siklon Maila cenderung lambat (stasioner), hingga menyebabkan cuaca buruk di Jayapura dan sekitarnya, serta diperkirakan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
Selain angin kencang, kata dia, potensi terjadinya kenaikan gelombang laut juga menjadi ancaman serius bagi para nelayan dan pelaku transportasi laut.
Status gelombang saat ini masih masuk kategori sedang, namun ada potensi meningkat ke kategori tinggi terjadi di titik-titik koordinat tertentu.
"BMKG mengimbau agar seluruh pengguna jasa transportasi laut, operator kapal, dan nelayan tradisional untuk tetap waspada dan memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum memutuskan untuk melakukan aktivitas di laut karena faktor keamanan menjadi prioritas utama," kata Heri Purnomo.
Pewarta : Evarukdijati
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
