Logo Header Antaranews Papua

Komnas HAM: Dialog kemanusiaan jadi wadah selesaikan konflik di Papua

Selasa, 28 April 2026 05:28 WIB
Image Print
Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits Ramandey memberikan materi bagi mahasiswa Universitas Stisipol Silas Papare Jayapura pada Sabtu (25/4/2026) (ANTARA/HO-Dokumen pribadi)

Jayapura (ANTARA) - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Perwakilan Papua menyebutkan dialog kemanusiaan menjadi salah satu wadah untuk menyelesaikan konflik di Tanah Papua secara berkesinambungan.

"Semua aktor dan pemilik otoritas perlu duduk bersepakat membangun konsensus bersama dalam mewujudkan Papua bermartabat," kata Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits Ramandey dalam keterangannya di Jayapura, Senin.

Menurut Ramandey, semua pihak harus mempunyai tanggung jawab tertinggi tentang keselamatan rakyat bukan sebaliknya atas nama rakyat tetapi menyengsarakan masyarakat melalui tindakan kekerasan.

"Tidak ada rumus kekerasan bisa menyelesaikan masalah justru menambah panjang masalah dan penderitaan rakyat," ujarnya.

Dia menjelaskan dalam masyarakat yang majemuk dan pluralistik seperti di Papua, konflik penting untuk dikelola secara konstruktif (manajemen konflik) agar masyarakat terhindar dari perpecahan.

"Untuk itu pengelolaan konflik membutuhkan manajemen yang terbuka adaptif dan partisipatif bukan sebaliknya tertutup bahkan represif," katanya lagi.

Dia menambahkan dalam manajemen konflik, penyampaian aspirasi memang beragam namun di situ membutuhkan kehadiran negara untuk merespon.

"Tetapi yang harus diingat bahwa penyampaian aspirasi dalam konteks HAM jangan sampai menghalangi, membatasi bahkan mencabut HAM orang lain," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026