
Pemprov Papua Selatan perkuat sistem pendidikan

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan memperkuat sistem pendidikan melalui lokakarya pendataan identifikasi penanganan dan pemetaan anak tidak sekolah.
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dalam keterangan yang diterima di Jayapura, Kamis, mengatakan saat ini pertumbuhan peradaban semakin cepat berubah sehingga perlu dilakukan pendataan yang valid dan akurat sehingga pembangunan pada bidang pendidikan berjalan dengan baik.
"Untuk itu diharapkan melalui kegiatan ini dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang bagaimana cara kita mendata dan menangani anak-anak yang tidak sekolah di Papua Selatan khususnya anak usia sekolah 5-6 tahun," katanya.
Menurut Safanpo, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang sedang dilaksanakan saat ini bertujuan untuk menghasilkan manusia yang seutuhnya.
"Manusia yang utuh minimal atau sekurang-kurangnya harus memiliki tiga unsur dalam sistem pendidikan dan juga dalam kurikulum," ujarnya.
Dia menjelaskan ketiga unsur tersebut yakni pendidikan nilai kemanusiaan universal yang berisi kejujuran, keadilan, disiplin, menghargai dan menghormati orang lain yang disebut sebagai value education (Pendidikan nilai).
"Kemudian unsur yang kedua yang harus dimiliki peserta didik adalah pengetahuan dan teknologi (Knoeledge education) dan yang ketiga adalah ketrampilan atau life skill education," katanya lagi.
Dia menambahkan jika peserta didik memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi, ketrampilan yang tinggi, kompetensi yang bagus serta menghargai orang lain dan disiplin maka anak tersebut dikategorikan menjadi manusia yang utuh.
"Untuk itu kami harapkan agar ketiga unsur ini harus dilakukan secara bertahap dan secara periodik dalam menata sistem pembelajaran," ujarnya.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
