Senin, 21 Agustus 2017

Papua dapat 1.195.500 kelambu antimalaria

id Papua dapat 1.195.500 kelambu antimalaria, kesehatan
Papua dapat 1.195.500 kelambu antimalaria
Ilustrasi kelambu antimalaria (Foto: Antara News)
Pengiriman satu juta lebih kelambu itu masih dalam perjalanan, dan diperkirakan dalam waktu dekat tiba di Papua, dan didistribusikan ke tiap kabupaten
Jayapura (Antara Papua) - Papua mendapatkan 1.195.500 kelambu antimalaria dari Kementerian Kesehatan dan akan dibagikan kepada masyarakat sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

"Pengiriman satu juta lebih kelambu itu masih dalam perjalanan, dan diperkirakan dalam waktu dekat tiba di Papua, dan didistribusikan ke tiap kabupaten," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis AIDS, TB, dan Malaria (ATM) Dinas Kesehatan Papua Bery Wopari di Jayapura, Rabu.

Dia mengatakan distribusi kelambu antimalaria ini dilakukan guna mencegah penyebaran salah satu penyakit menonjol di provinsi paling timur Indonesia itu..

Menurut dia, kelambu itu langsung dikirim dari Kementerian Kesehatan ke masing-masing kabupaten di Papua sesuai dengan data yang dilaporkan dari masing-masing Dinkes kabupaten/kota ke Dinas Kesehatan Papua lalu dilaporkan ke Kementerian Kesehatan.

"Jadi pengirimannya tidak ke Dinas Kesehatan Provinsi tetapi langsung ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota, lalu dilanjutkan distribusinya. Kami di Dinkes Papua hanya mengontrol kabupaten mana yang sudah menerima, kemudian kabupaten mana yang belum," ujarnya.

Bery menuturkan mereka yang bisa menerima kelambu ini yakni ibu hamil, anak-anak yang telah mendapatkan imunisasi lengkap, kemudian mereka yang datang ke puskesmas terdiagnosa sakit malaria.

"Ini kami rencanakan untuk didistribusikan terus sampai ke kampung-kampung yang ada dimasing-masing kabupaten/kota di Papua," ujarnya.

Pembagian kelambu malaria ini merupakan program pemerintah yang sangat membantu. Dari sisi efektivitas untuk pengendalian malaria sangat baik, dan daya tahan dari kelambu ini selama tiga tahun.

"Jadi, ini berbeda dengan upaya penanganan malaria lainnya misalnya penyemprotan di rumah yang daya racun obatnya hanya tiga sampai empat bulan, selanjutnya racun obat itu sudah hilang, akan tetapi kalau kelambu antimalaria ini daya tahannya selama tiga tahun, yang penting cara perawatannya sesuai petunjuk," ujarnya.

Ia menambahkan, jika perawatan kelambu antimalaria itu sesuai petunjuk akan memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dari gigitan nyamuk.(*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga