Biak (Antara Papua) - Sanggar seni masyarakat adat Kampung Adoki Distrik Yendidori tetap konsisten melestarikan permainan atraksi budaya asli Biak yakni "Apen Beyeren" atau berjalan di atas batu panas.

Penanggungjawab atraksi "Apen Bayeren" Fredrik Yapen di Biak, Minggu, mengatakan, upaya pelestarian "Apen Beyeren" merupakan bagian dari "Munara Wampasi" 2015 yang merupakan program rutin dinas pariwisata daerah untuk dapat disukseskan bersama pelaku seni di daerah tersebut.

"Jika sanggar seni Kampun Adoki diminta memperagakan atraksi `Apen Beyeren" kami siap tampil di ajang pesta budaya `Munara Wampasi`," kata Fredrik.

Menurut dia, hingga kini pihaknya belum dihubungi Dinas Pariwisata sebagai penanggungjawab kegiatan "Munara Wampasi" 2015 untuk menyajikan atraksi budaya itu.

Sebagai pelaku seni daerah, lanjut Fredrick, ia sangat berharap dapat diundang panitia pelaksana "Munara Wampasi" sehingga dapat memberikan hiburan bernuansa budaya asli Biak kepada wisatawan domestik dan mancanegara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor Y Usior mengatakan, ajang pesta budaya "Munara Wampasi" dibuka 1 Juli 2015, yang akan menampilkan berbagai kegiatan pariwisata.

Atraksi budaya yang dimiliki Biak Numfor diantaranya "Apen Beyeren", snapmor (menangkap ikan bersama di air laut kering), diving, tour wisata Padaido, Biak Exotic, dan lomba foto bawa laut.

"Selama pesta budaya `Munara Wampasi` 2015 akan dimeriahkan paramotor, panggung hiburan, pameran anggrek dan pameran `handycraft`," ungkap Usior.

Kini, sejumlah baliho promosi pesta budaya "Munara Wampasi" yang diagendakan 1-4 Juli 2015, mulai dipasang di berbagai sudut jalan di kota Biak. (*)