Disparbud Biak targetkan kunjungan 10 ribu wisatawan
Kamis, 25 Februari 2016 17:37 WIB
Panser peninggalan sekutu pada PD II (Foto: Istimewa)
Biak (Antara Papua) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, menargetkan kunjungan 10 ribu wisatawan pada 2016.
"Upaya menarik minat wisatawan ke Biak Numfor terus dipromosikan berbagai mitra kerja pemkab seperti PT Angkasa Pura Biak bersama Asita Bali," ujar Kepala Disparbud Kabupaten Biak Numfor Yubelius Usior, di Biak, Kamis.
Ia mengatakan, keterlibatan mitra kerja pemkab dalam mempromosikan pariwisata Biak diharapkan menjadi poin khusus karena adanya kepedulian pihak ketiga bagi kemajuan pariwisata Biak Numfor.
Selain itu, dengan dibukanya rute penerbangan Bali-Makassar dan Biak oleh manajemen Sriwijaya Air diharapkan akan mempermudah akses wisatawan mancanegara menuju wilayah Papua melalui bandara Frans Kaisiepo.
Apalagi, manajemen Garuda juga akan membuka rute penerbangan baru Biak-Nabire mulai Juni 2016.
"Disparbud sebagai SKPD teknis daerah terus menjalin sinergitas dengan berbagai pemangku kepentingan pariwisata di Biak, ya bagaimana promosi pariwisata daerah dapat efektif serta menyentuh kebutuhan," katanya.
Sejauh ini, kata Yubelius, kunjungan wisatawan ke Biak Numfor masih didominasi wisatawan nusantara.
Sedangkan turis mancanegara yang mengunjungi pulau Biak, diantaranya dari kawasan Asia, seperti Jepang, Tiongkok, Korea serta beberapa Negara tetangga Papua Nugini, Australia, dan negara Eropa seperti Belanda, Jerman, Amerika.
Berbagai objek wisata pulau Biak menjadi tempat favorit kunjungan turis nusantara dan mancanegara diataranya gua Jepang, monument perang dunia II Paray, lapangan terbang sekutu pulau Owi serta berbagai wisata pantai pulau Biak Segara Indag, Pantai Wari, Pantai Anggraidi serta museum Cenderawasih. (*)
"Upaya menarik minat wisatawan ke Biak Numfor terus dipromosikan berbagai mitra kerja pemkab seperti PT Angkasa Pura Biak bersama Asita Bali," ujar Kepala Disparbud Kabupaten Biak Numfor Yubelius Usior, di Biak, Kamis.
Ia mengatakan, keterlibatan mitra kerja pemkab dalam mempromosikan pariwisata Biak diharapkan menjadi poin khusus karena adanya kepedulian pihak ketiga bagi kemajuan pariwisata Biak Numfor.
Selain itu, dengan dibukanya rute penerbangan Bali-Makassar dan Biak oleh manajemen Sriwijaya Air diharapkan akan mempermudah akses wisatawan mancanegara menuju wilayah Papua melalui bandara Frans Kaisiepo.
Apalagi, manajemen Garuda juga akan membuka rute penerbangan baru Biak-Nabire mulai Juni 2016.
"Disparbud sebagai SKPD teknis daerah terus menjalin sinergitas dengan berbagai pemangku kepentingan pariwisata di Biak, ya bagaimana promosi pariwisata daerah dapat efektif serta menyentuh kebutuhan," katanya.
Sejauh ini, kata Yubelius, kunjungan wisatawan ke Biak Numfor masih didominasi wisatawan nusantara.
Sedangkan turis mancanegara yang mengunjungi pulau Biak, diantaranya dari kawasan Asia, seperti Jepang, Tiongkok, Korea serta beberapa Negara tetangga Papua Nugini, Australia, dan negara Eropa seperti Belanda, Jerman, Amerika.
Berbagai objek wisata pulau Biak menjadi tempat favorit kunjungan turis nusantara dan mancanegara diataranya gua Jepang, monument perang dunia II Paray, lapangan terbang sekutu pulau Owi serta berbagai wisata pantai pulau Biak Segara Indag, Pantai Wari, Pantai Anggraidi serta museum Cenderawasih. (*)
Pewarta : Pewarta: Muhsidin
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolres Biak Numfor minta warga tak euforia berlebihan rayakan Tahun Baru 2026
29 December 2025 20:07 WIB
DPRK Biak Numfor harap program Asta Cita membangun rumah prioritas warga kampung
28 December 2025 12:30 WIB
Disdik Biak Numfor sebut program literasi tingkatkan minat membaca anak SD
28 December 2025 2:19 WIB
Pemkab Biak Numfor harap 257 kades terpilih sejahterakan warga asli Papua
21 December 2025 14:33 WIB
Pemkab Biak Numfor perbaharui data potensi objek pajak-retribusi daerah 2026
20 December 2025 22:57 WIB