Merauke (Antara Papua) - Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Marsum Maulud mengimbau petani padi memanfaatkan air payau untuk musim tanam ke dua tahun 2016 sebab pada akhir bulan Agustus diprediksi akan terjadi musim kemarau.

"Kita perlu antisipasi kekurangan air dengan melihat air sungai yang kadar air asinnya masih rendah, ditampung dan digunakan," kata Marsum, di Merauke, Selasa.

Menurut dia, pada musim tanam ke dua persawahan terancam gagal tanam jika tidak disiasati dengan penyediaan air yang lebih karena pada musim tanam ke dua curah hujan di Merauke berkurang.

"Musim kemarau panjang diprediksi bulan Agustus - September tahun ini, dan saat itu kadar asin air sungai akan sangat tinggi sehingga tidak bisa digunakan untuk tanaman padi," katanya.

Dengan ratusan pompa air yang sudah dibagikan kepada petani, DTPH berharap masyarakat memfungsikan untuk menampung air payau yang cukup di lambung - lambung air untuk selanjutnya diairi ke sawah.

"Ratusan pompa air sudah dibagikan ke daerah - daerah sentra pertanian, sehingga jika itu dimanfaatkan ketersediaan air akan cukup dan tidak kewalahan," katanya.

Ia menambahkan pada musim tanam ke dua ini pihaknya menargetkan lahan tanam seluas 17 ribu hektare lebih yang tersebar di 20 distrik.

"Sampai dengan posisi sekarang bahwa dari 20 distrik itu, sudah tertanam tiga ribuan hektare," ujarnya. (*)