Pemkab Merauke rampungkan bangunan pabrik tepung ubi jalar
Kamis, 21 Juli 2016 14:45 WIB
Ilustrasi. Foto Ubi Kayu (Foto: Antara News)
Merauke (Antara Papua) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke, Provinsi Papua telah merampungkan pembangunan delapan unit gedung pabrik tepung ubi jalar di Kampung Kamno Sari, Distrik Jagebob.
"Bangunan yang sudah ada misalnya gedung produksi, pengeringan, gedung serpasi, gedung bahan baku kotor, penampungan hasil dan gudang bahan baku bersih," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Teguh Santosa, di Merauke, Kamis.
Walau gedung pabrik telah diselesaikan, penyerapan ubi jalar dari masyarakat belum bisa dilakukan karena ada beberapa bangunan penunjang yang mesti dilengkapi pada tahun 2016.
"Pembangunan tahap dua ini dianggarkan Rp4 miliar untuk pembuatan lantai beton, selasar dan pagar serta bak penampung air bersih," katanya.
Pembangunan pabrik tepung ubi jalar yang sudah dimulai tahun 2015 itu akan menelan dana sebesar Rp24 Miliar sebab tahap pertama telah dianggarkan Rp20 miliar dan tahap ke dua dianggarkan Rp4 miliar.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Merauke Marsum Maulud menjelaskan pemerintah akan membuka lahan ubi jalar 1.025 hektare sebagai satu produk unggulan selain padi.
"Tahun 2016 kita buka lahan ubi jalar dan kita telah buat MoU dengan PT Republik Telo sebagai pengolah tepung ubi jalar," katanya.
Potensi ubi jalar di Merauke, kata Marsum, sangat menjanjikan hanya saja selama ini belum ada tempat khusus yang digunakan untuk menampung ubi jalar milik masyarakat.
"Sudah dari dulu tanaman ini dibudidayakan oleh masyarakat hanya produksinya masih sekeder untuk dijual di pasar," katanya.
Pihaknya akan terus mendorong peningkatan produksi ubi jalar di masyarakat sebab bisa mendongkrak perekonomian apabila panen padi di wilayah itu gagal dilakukan.
"Pengembangan ubi jalar ini membutuhkan dukungan semua pihak dan kami akan cari pemasaran, kami akan siapkan," katanya. (*)
"Bangunan yang sudah ada misalnya gedung produksi, pengeringan, gedung serpasi, gedung bahan baku kotor, penampungan hasil dan gudang bahan baku bersih," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Teguh Santosa, di Merauke, Kamis.
Walau gedung pabrik telah diselesaikan, penyerapan ubi jalar dari masyarakat belum bisa dilakukan karena ada beberapa bangunan penunjang yang mesti dilengkapi pada tahun 2016.
"Pembangunan tahap dua ini dianggarkan Rp4 miliar untuk pembuatan lantai beton, selasar dan pagar serta bak penampung air bersih," katanya.
Pembangunan pabrik tepung ubi jalar yang sudah dimulai tahun 2015 itu akan menelan dana sebesar Rp24 Miliar sebab tahap pertama telah dianggarkan Rp20 miliar dan tahap ke dua dianggarkan Rp4 miliar.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Merauke Marsum Maulud menjelaskan pemerintah akan membuka lahan ubi jalar 1.025 hektare sebagai satu produk unggulan selain padi.
"Tahun 2016 kita buka lahan ubi jalar dan kita telah buat MoU dengan PT Republik Telo sebagai pengolah tepung ubi jalar," katanya.
Potensi ubi jalar di Merauke, kata Marsum, sangat menjanjikan hanya saja selama ini belum ada tempat khusus yang digunakan untuk menampung ubi jalar milik masyarakat.
"Sudah dari dulu tanaman ini dibudidayakan oleh masyarakat hanya produksinya masih sekeder untuk dijual di pasar," katanya.
Pihaknya akan terus mendorong peningkatan produksi ubi jalar di masyarakat sebab bisa mendongkrak perekonomian apabila panen padi di wilayah itu gagal dilakukan.
"Pengembangan ubi jalar ini membutuhkan dukungan semua pihak dan kami akan cari pemasaran, kami akan siapkan," katanya. (*)
Pewarta : Pewarta: Marius Frisson Yewun
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Papua Selatan sebut Gereja Katolik Santa Maria Fatima jadi ikon Merauke
08 April 2026 20:30 WIB
Bulog Papua berharap perubahan cuaca tidak hambat produksi padi petani Merauke
31 March 2026 20:50 WIB
Pemprov Papua Selatan salurkan bantuan uang tunai untuk Masjid Ataqwa Merauke
27 February 2026 6:25 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemprov Papua targetkan pendapatan dari pajak kendaraan sebesar Rp81 miliar pada 2026
08 April 2026 20:32 WIB