UPFC-CAC siapkan 50 pemuda Papua sebagai pelatih bola
Kamis, 15 September 2016 20:13 WIB
Suasana pelatihan bagi 50 pemuda-pemudi Papua untuk menjadi pelatih sepak bola di masa mendatang, yang digelar di Lapangan Hamadi, Kota Jayapura, Papua. (Foto: Antara Papua/Alfian)
Jayapura (Antara Papua) - Uni Papua Football Community (UPFC) bekerja sama dengan Coaches Across Continents (CAC) yang berkedudukan di Amerika Serikat, menyiapkan 50 pemuda-pemudi dari berbagai komunitas di Kota Jayapura dan sekitarnya sebagai pelatih sepak bola di masa mendatang.
"Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari 15-17 September 2016 di lapangan Hamadi dengan instruktur langsung dari CAC, yakni Gabriel Mark Ibrahim dan Calcagni Alicia Marie yang sengaja datang ke Jayapura," kata Pejabat Kehumasan Uni Papua FC Edward Sitorus kepada di Kota Jayapura, Papua, Kamis.
Menurut dia, UPFC dan CAC memberikan metode pelatihan yang benar kepada para pemuda-pemudi yang berasal dari gereja, masjid, dan komunitas lainnya di Jayapura sebagai calon pelatih.
Mereka juga mengajarkan bagaimana membina anak-anak usia dini melalui simulasi permainan bola, agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berkarakter kuat dan mampu mewujudkan cita-cita perdamaian, persahabatan dan kemanusiaan sebagaimana tujuan dari sepak bola sosial.
"Melalui pelatihan CAC ini, diharapkan mereka yang mengikutinya akan kembali kepada komunitasnya dan mengajarkan kepada kelompok anak-anak melalui simulasi permainan bola, tentang bagaimana cara menghadapi persoalan sosial yang terjadi dalam lingkungannya dan bagaimana menjaga diri dari ancaman penyakit sosial, serta mampu menjadi agen perdamaian, persahabatan dan kemanusiaan," katanya.
Metode pelatihannya, lanjut Edwad, berbentuk praktik langsung di lapangan sepak bola, sehingga para calon pelatih bisa cepat menangkap ilmu yang diberikan dan dapat mengerti untuk bisa diterapkan dalam komunitasnya masing-masing.
Sekadar diketahui, CAC adalah perkumpulan pelatih-pelatih antar benua, yang memberikan pelatihan sepakbola sosial kepada pelatih-pelatih komunitas di berbagai negara berkembang yang bertujuan untuk mengatasi ancaman HIV/AIDS dan persoalan sosial lainnya terhadap anak-anak, melalui simulasi permainan sepak bola.
"Selama lima tahun berturut-turut, Uni Papua FC bekerjasama dengan CAC terus menggelar kegiatan pelatihan ini diberbagai daerah di Indonesia, termasuk di Papua. Diharapkan model pelatihan CAC ini dapat diterapkan di semua komunitas anak, agar ancaman sosial terhadap anak-anak bisa diminimalisir," katanya.
Sementara Perkumpulan Sepak bola Uni Papua atau Uni Papua Football Community adalah Organisasi Sepak bola Sosial di Indonesia yang memiliki komunitas/cabang di seluruh Indonesia.
Hingga kini Uni Papua memiliki 34 komunitas di seluruh Indonesia, mulai dari Jayapura, Sentani, Keerom, Biak, Sorong, Maybrat, Nabire, Mulia Puncak Jaya, Wamena dan Memberamo Tengah.
Selanjutnya, Soe, Lembata, Bali, Salatiga, Landak, Poso, Aceh dan Dumai. Selain itu juga sudah memiliki tiga cabang di luar negeri yaitu Uni Papua Indonesia FC Finlandia dan Uni Papua USA di Philadelphia serta Uni Papua Dili Timor Leste.
Uni Papua mempunyai tujuan sebagai komunitas untuk pendidikan karakter dan pembangunan sosial bagi anak-anak melalui sepak bola. Selain melakukan kampanye sepak bola di level grass-root.
"Uni Papua juga ikut mengkampanyekan perdamaian, persahabatan dan ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan melalui sepakbola. Serta mengembangkan sepak bola sebagai salah satu sarana pembinaan national character building," katanya. (*)
"Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari 15-17 September 2016 di lapangan Hamadi dengan instruktur langsung dari CAC, yakni Gabriel Mark Ibrahim dan Calcagni Alicia Marie yang sengaja datang ke Jayapura," kata Pejabat Kehumasan Uni Papua FC Edward Sitorus kepada di Kota Jayapura, Papua, Kamis.
Menurut dia, UPFC dan CAC memberikan metode pelatihan yang benar kepada para pemuda-pemudi yang berasal dari gereja, masjid, dan komunitas lainnya di Jayapura sebagai calon pelatih.
Mereka juga mengajarkan bagaimana membina anak-anak usia dini melalui simulasi permainan bola, agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berkarakter kuat dan mampu mewujudkan cita-cita perdamaian, persahabatan dan kemanusiaan sebagaimana tujuan dari sepak bola sosial.
"Melalui pelatihan CAC ini, diharapkan mereka yang mengikutinya akan kembali kepada komunitasnya dan mengajarkan kepada kelompok anak-anak melalui simulasi permainan bola, tentang bagaimana cara menghadapi persoalan sosial yang terjadi dalam lingkungannya dan bagaimana menjaga diri dari ancaman penyakit sosial, serta mampu menjadi agen perdamaian, persahabatan dan kemanusiaan," katanya.
Metode pelatihannya, lanjut Edwad, berbentuk praktik langsung di lapangan sepak bola, sehingga para calon pelatih bisa cepat menangkap ilmu yang diberikan dan dapat mengerti untuk bisa diterapkan dalam komunitasnya masing-masing.
Sekadar diketahui, CAC adalah perkumpulan pelatih-pelatih antar benua, yang memberikan pelatihan sepakbola sosial kepada pelatih-pelatih komunitas di berbagai negara berkembang yang bertujuan untuk mengatasi ancaman HIV/AIDS dan persoalan sosial lainnya terhadap anak-anak, melalui simulasi permainan sepak bola.
"Selama lima tahun berturut-turut, Uni Papua FC bekerjasama dengan CAC terus menggelar kegiatan pelatihan ini diberbagai daerah di Indonesia, termasuk di Papua. Diharapkan model pelatihan CAC ini dapat diterapkan di semua komunitas anak, agar ancaman sosial terhadap anak-anak bisa diminimalisir," katanya.
Sementara Perkumpulan Sepak bola Uni Papua atau Uni Papua Football Community adalah Organisasi Sepak bola Sosial di Indonesia yang memiliki komunitas/cabang di seluruh Indonesia.
Hingga kini Uni Papua memiliki 34 komunitas di seluruh Indonesia, mulai dari Jayapura, Sentani, Keerom, Biak, Sorong, Maybrat, Nabire, Mulia Puncak Jaya, Wamena dan Memberamo Tengah.
Selanjutnya, Soe, Lembata, Bali, Salatiga, Landak, Poso, Aceh dan Dumai. Selain itu juga sudah memiliki tiga cabang di luar negeri yaitu Uni Papua Indonesia FC Finlandia dan Uni Papua USA di Philadelphia serta Uni Papua Dili Timor Leste.
Uni Papua mempunyai tujuan sebagai komunitas untuk pendidikan karakter dan pembangunan sosial bagi anak-anak melalui sepak bola. Selain melakukan kampanye sepak bola di level grass-root.
"Uni Papua juga ikut mengkampanyekan perdamaian, persahabatan dan ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan melalui sepakbola. Serta mengembangkan sepak bola sebagai salah satu sarana pembinaan national character building," katanya. (*)
Pewarta : Pewarta: Alfian Rumagit
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nursa saham Prancis berbalik menguat, indeks CAC 40 terangkat 1,17 persen
23 March 2022 4:28 WIB, 2022
Bursa Saham Prancis hentikan rugi beruntun, indeks CAC 40 naik 0,95 persen
12 January 2022 4:14 WIB, 2022
Bursa saham Prancis untung hari ketiga, indeks CAC 40 terkerek 0,81 persen
06 January 2022 4:18 WIB, 2022
Bursa saham Prancis rontok akibat Corona, indeks CAC 40 anjlok 4,75 persen
27 November 2021 4:39 WIB, 2021
Bursa Saham Prancis kian terpuruk, indeks CAC 40 terkikis lagi 2,39 poin
25 November 2021 3:40 WIB, 2021
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Komisi IV DPR Papua Pegunungan minta pemda bangun sarana olahraga di Jayawijaya
17 April 2026 8:47 WIB
Pemprov jadikan Liga 4 Gubernur Papua Selatan ajang pencarian bibit unggul pesepak bola
24 February 2026 8:14 WIB