Jayapura (Antara Papua) - Perahu motor yang mengangkut 12 orang penumpang yang berangkat dari Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, tujuan Barapasi, Kabupaten Mamberamo Raya (Mambra), Provinsi Papua, dikabarkan tenggelam di Selat Saireri.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal di Kota Jayapura, Selasa malam, mengatakan kecelakaan laut yang menimpa perahu motor itu terjadi pada Kamis (19/10) sekitar pukul 15.00 WIT.

"Tujuh orang diantaranya telah ditemukan oleh warga yang melintas di Selat Saireri dalam keadaan selamat, sementara dua orang lainnya ditemukan dalam keadaan tewas," katanya.

Ketujuh orang yang ditemukan selamat itu adalah Agus Rematobi, Mesak Buburayai, Andarias Buburayai, Maikel Buburayai, Asir Manurung, Siska Umbora dan Welmina Buburayai.

Sedangkan dua korban yang ditemukan tewas adalah Niko Sasarai dan Robi Kamarea.

"Kedua korban yang ditemukan tewas salah satunya anak kecil, dan sudah dimakamkan di Kampung Barapasi dan Bariwaru, Distrik Barapasu, Kabupaten Mamberamo Raya," katanya.

Sementara korban yang belum ditemukan, kata Kamal adalah Jhon Kamarea, Engel Tomamba dan Absalon Kamarea.

"Peristiwa kecelakaan laut ini bisa diketahui setelah saksi Yusus Umbora, seorang nelayan dari Yapen Selatan yang melaporkan kepada polisi," katanya.

Lebih lanjut, Kamal mengatakan sejak dilaporkan ada warga yang hilang di Selat Saireri, Sejak Minggu (22/10) hingga Selasa sore, pencarian terus dilakukan oleh tim Satpoliar Polres Yapen dengan menggunakan dengan menggunakan Kapal Patroli XVII-1027 yang di pimpin Kasat Pol Air Iptu Haris Lambalo bersama anggota.

"Mereka melakukan pencarian hingga ke lokasi tenggelamnya speed boat atau perahu motor dan dikarenakan cuaca yang kurang bersahabat pencarian pencarian mengalami penundaan. Cuaca di Selat Saireri dilaporkan sangat buruk," katanya. (*)