Dinkes Nduga bagi kelambu di daerah endemik malaria
Rabu, 18 April 2018 20:59 WIB
Kepala Seksi P2P Dinkes Kabupaten Nduga Piyem Kogoya (Foto: Antaranews Papua/Marius Frisson Yewun)
Wamena (Antaranews Papua) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nduga, Provinsi Papua membagikan ribuan kelambu antinyamuk di empat daerah endemik malaria di kabupaten itu.
Kepala Seksi Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Nduga, Piyem Kogoya di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu, mengatakan kabupaten itu terdiri dari beberapa distrik, namun hanya empat yang mendapat karena berada di dataran rendah sehingga warganya rawan terkena malaria.
"Kami sudah distribusikan kelambu antinyamuk ini di empat puskesmas yang merupakan daerah endemis malari. Tim pemantau dari provinsi juga sudah turun ke setiap puskesmas dan memantau distribusi kelambu," katanya.
Ia merincikan jumlah kelambu yang dibagikan adalah sebanyak 118 bal yang dikirim ke Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga melalui jalur Timika dan 323 bal dibagikan kepada masyarakat setelah didistribusikan dari Kabupaten Jayawijaya.
"Jumlah keseluruhan yang disebar ada 441 bal kelambu," katanya.
Menurut dia, Dinas Kesehatan memberikan perhatian terkait pencegahan malaria sebab penyakit itu bisa menyebabkan kematian, terutama pada kelompok beresiko tinggi seperti bayi, balita dan ibu hamil.
"Malaria juga secara langsung dapat menyebabkan anemia dan menurunkan produktivitas kerja dari penderita," katanya.
Ia memastikan pembagian kelambu gratis selain merupakan program rutin dinkes setempat, tetapi juga merupakan program pemerintah pusat yaitu pembagian kelambu secara massal di seluruh Indonesia.
Sebelum membagikan kelambu, menurut dia, tim Dinkes juga melakukan penyemprotan di permukiman warga yang tersebar di wilayah itu. (*)
Kepala Seksi Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Nduga, Piyem Kogoya di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu, mengatakan kabupaten itu terdiri dari beberapa distrik, namun hanya empat yang mendapat karena berada di dataran rendah sehingga warganya rawan terkena malaria.
"Kami sudah distribusikan kelambu antinyamuk ini di empat puskesmas yang merupakan daerah endemis malari. Tim pemantau dari provinsi juga sudah turun ke setiap puskesmas dan memantau distribusi kelambu," katanya.
Ia merincikan jumlah kelambu yang dibagikan adalah sebanyak 118 bal yang dikirim ke Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga melalui jalur Timika dan 323 bal dibagikan kepada masyarakat setelah didistribusikan dari Kabupaten Jayawijaya.
"Jumlah keseluruhan yang disebar ada 441 bal kelambu," katanya.
Menurut dia, Dinas Kesehatan memberikan perhatian terkait pencegahan malaria sebab penyakit itu bisa menyebabkan kematian, terutama pada kelompok beresiko tinggi seperti bayi, balita dan ibu hamil.
"Malaria juga secara langsung dapat menyebabkan anemia dan menurunkan produktivitas kerja dari penderita," katanya.
Ia memastikan pembagian kelambu gratis selain merupakan program rutin dinkes setempat, tetapi juga merupakan program pemerintah pusat yaitu pembagian kelambu secara massal di seluruh Indonesia.
Sebelum membagikan kelambu, menurut dia, tim Dinkes juga melakukan penyemprotan di permukiman warga yang tersebar di wilayah itu. (*)
Pewarta : Marius Frisson Yewun
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolres AKBP Alfredo: Delapan warga Distrik Meborok dilaporkan terseret banjir
05 November 2025 21:40 WIB
Kapolres Nduga: Satu korban hanyut di Distrik Dal ditemukan meninggal dunia
05 November 2025 3:06 WIB
Pemkab Nduga salurkan bantuan Rp200 juta dua distrik terdampak banjir-tanah longsor
04 November 2025 15:54 WIB
Pemprov Papeg salurkan beras 4 ton untuk pengungsi bencana banjir Kabupaten Nduga
03 November 2025 16:55 WIB
15 orang hilang terseret banjir saat seberangi sungai Panpan di Distrik Dal Nduga
03 November 2025 13:55 WIB
TNI resmikan jembatan gantung Kampung Dal Kabupaten 0Nduga Papua Pegunungan
25 October 2025 19:06 WIB
Pemkab Nduga tetapkan lokasi pembangunan 220 rumah bantuan Presiden Prabowo
14 September 2025 11:36 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
SMK Paniai sebut program pendidikan gratis ringankan beban orang tua siswa
04 February 2026 7:44 WIB