Pemain sepakbola AC Milan junior bergabung prajurit TNI AD
Kamis, 4 Maret 2021 13:33 WIB
Tangkapan layar prajurit TNI Angkatan Darat (AD) Falen Mariar diambil dalam tayangan akun YouTube TNI AD, Kamis (4/3/2021) (ANTARA/Fauzi Lamboka)
Jakarta (ANTARA) - Pemain sepak bola AC Milan Junior Camp Italia tahun 2011 Falen Mariar bergabung menjadi prajurit TNI Angkatan Darat (AD) pada Penerimaan Bintara TNI (PK) Tahun 2021.
"Sebenarnya cita-cita saya kecil mau jadi tentara, karena melihat mereka sangat hebat," kata Falen seperti dikutip dari akun youtube TNI AD, Kamis.
Falen menyatakan teman-temanya pemain sepak bola sebagian besar sudah menjadi anggota TNI PK 26 dan 27 lalu.
Dia berkeyakinan untuk penerimaan tahun 2021, harus lolos bergabung menjadi prajurit TNI.
"Saat daftar, saya masukan rapor bola saya dan sertifikat bola saya. Akhirnya diterima menjadi Siswa Secaba Rindam Jaya," ujar Falen.
Karier sepak bola pria kelahiran Manokwari, 5 Mei 1997 dimulai dari Liga Pendidikan Indonesia (LPI) tahun 2010. Selanjutnya pada tahun 2011 mengikuti seleksi Milan Junior Camp Bali.
"Seleksi itu untuk mencari 18 orang terbaik untuk ikut Milan Junior Camp Italia," ujar pemain dengan posisi sayap kanan itu.
Dia bersaing dengan 1.500 kandidat se-Indonesia untuk mendapatkan tiket ke Italia. Walaupun dengan postur tubuh yang paling pendek, namun Falen mengungguli 500 saingannya saat seleksi terakhir di Jakarta.
"Malam pembagian tiket untuk berangkat ke luar negeri, ayah saya meninggal. Namun pesan bapak, dengan sepak bola bisa membantu adik-adik yang masih kecil," kata Falen.
Usai mengikuti Milan Junior Camp Italia 2011, Falen bergabung dalam Pertamina Soccer School 2012. Hampir tiga tahun dia di Jakarta untuk memperkuat tim sepak bola tersebut.
"Tahun 2016 saya mundur, karena panggilan ibu dari Manokwari. Adik-adik masih kecil untuk bekerja, padahal saya saya berjanji untuk menjadi tulang punggung keluarga," kata Falen.
Saat PK TNI Tahun 2021 dibuka, Falen menguatkan diri untuk bergabung menjadi prajurit TNI.
Dia bahkan meminta uang dari ibundanya untuk mengurus berkas masuk tentara.
"Saat itu mama ragu, karena kalau pendidikan tugas dan tanggung jawab harus dijalani bertahun-tahun," ujar Falen pula.
Namun, dia memberikan keyakinan kepada ibundanya, dengan bergabung menjadi prajurit TNI, dapat membanggakan orang tua serta memperbaiki ekonomi keluarga.
"Saya bilang ke ibu, tinggal bantu dukungan dengan doa," ujar Falen.
Setelah dinyatakan lolos menjadi prajurit TNI, harapan Falen dapat memperkuat tim sepak bola TNI yang akan datang.
"Sebenarnya cita-cita saya kecil mau jadi tentara, karena melihat mereka sangat hebat," kata Falen seperti dikutip dari akun youtube TNI AD, Kamis.
Falen menyatakan teman-temanya pemain sepak bola sebagian besar sudah menjadi anggota TNI PK 26 dan 27 lalu.
Dia berkeyakinan untuk penerimaan tahun 2021, harus lolos bergabung menjadi prajurit TNI.
"Saat daftar, saya masukan rapor bola saya dan sertifikat bola saya. Akhirnya diterima menjadi Siswa Secaba Rindam Jaya," ujar Falen.
Karier sepak bola pria kelahiran Manokwari, 5 Mei 1997 dimulai dari Liga Pendidikan Indonesia (LPI) tahun 2010. Selanjutnya pada tahun 2011 mengikuti seleksi Milan Junior Camp Bali.
"Seleksi itu untuk mencari 18 orang terbaik untuk ikut Milan Junior Camp Italia," ujar pemain dengan posisi sayap kanan itu.
Dia bersaing dengan 1.500 kandidat se-Indonesia untuk mendapatkan tiket ke Italia. Walaupun dengan postur tubuh yang paling pendek, namun Falen mengungguli 500 saingannya saat seleksi terakhir di Jakarta.
"Malam pembagian tiket untuk berangkat ke luar negeri, ayah saya meninggal. Namun pesan bapak, dengan sepak bola bisa membantu adik-adik yang masih kecil," kata Falen.
Usai mengikuti Milan Junior Camp Italia 2011, Falen bergabung dalam Pertamina Soccer School 2012. Hampir tiga tahun dia di Jakarta untuk memperkuat tim sepak bola tersebut.
"Tahun 2016 saya mundur, karena panggilan ibu dari Manokwari. Adik-adik masih kecil untuk bekerja, padahal saya saya berjanji untuk menjadi tulang punggung keluarga," kata Falen.
Saat PK TNI Tahun 2021 dibuka, Falen menguatkan diri untuk bergabung menjadi prajurit TNI.
Dia bahkan meminta uang dari ibundanya untuk mengurus berkas masuk tentara.
"Saat itu mama ragu, karena kalau pendidikan tugas dan tanggung jawab harus dijalani bertahun-tahun," ujar Falen pula.
Namun, dia memberikan keyakinan kepada ibundanya, dengan bergabung menjadi prajurit TNI, dapat membanggakan orang tua serta memperbaiki ekonomi keluarga.
"Saya bilang ke ibu, tinggal bantu dukungan dengan doa," ujar Falen.
Setelah dinyatakan lolos menjadi prajurit TNI, harapan Falen dapat memperkuat tim sepak bola TNI yang akan datang.
Pewarta : Fauzi
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komnas HAM Papua minta sidang dua oknum prajurit TNI kasus penembakan terbuka publik
27 October 2025 21:10 WIB
BPJS beri jaminan ketenagakerjaan ke petugas ad hoc KPU dan Bawaslu Jayapura
12 October 2024 15:06 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Gubernur sebut program rehabilitasi RTLH tingkatkan kualitas hidup warga Papua
17 April 2026 8:48 WIB
Pemkot Jayapura harap partai politik penerima dana hibah tingkatkan kualitas demokrasi
15 April 2026 10:52 WIB
Gubernur Papua sebut Dana Otsus Rp12,69 T dapat percepat bangun daerah tertinggal
14 April 2026 18:41 WIB