Walhi Sulsel: Sektor lingkungan harus jadi prioritas di Kota Makassar
Kamis, 11 Maret 2021 22:00 WIB
Genangan air di bawah jembatan layang di Jalan AP Pettarani Makassar pada musim hujan. ANTARA/Suriani Mappong
Makassar (ANTARA) - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Daerah Sulawesi Selatan Muhammad Al Amin mengatakan sektor lingkungan harus menjadi prioritas bagi pengambil kebijakan di Kota Makassar.
Hal itu dikemukakan Al Amin di Kota Makassar, Kamis, terkait banjir musiman yang selalu melanda ibu kota Sulawesi Selatan itu.
Dia mengatakan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto harus memberikan perhatian serius pada sektor lingkungan.
“Pertama persoalan banjir dan drainase Kota Makassar yang masih sangat buruk. Kedua ruang terbuka hijau yang kini menurun hingga 7,9 persen," katanya.
Kedua hal ini sangat berkaitan erat dengan banjir musiman yang melanda wilayah-wilayah tertentu seperti di Kecamatan Antang dan Manggala yang menjadi lokasi perbatasan Kota Makassar dengan Kabupaten Maros dan Gowa.
Masalah lainnya yang juga terkait sektor lingkungan adalah masalah sampah, air bersih, hak hidup dan hak bermukim bagi masyarakat urban dan pesisir.
"Termasuk perlindungan dan ketahanan bagi masyarakat pulau-pulau kecil,” ujar Amin.
Menurut dia, meskipun semua persoalan itu adalah persoalan klise atau masalah lama, namun menjadi masalah besar bagi warga Kota Makassar.
Alasannya, karena dapat menimbulkan bencana ganda. Artinya, warga yang terkena bencana ekologis harus berhadapan juga dengan bencana pandemi COVID-19.*
Hal itu dikemukakan Al Amin di Kota Makassar, Kamis, terkait banjir musiman yang selalu melanda ibu kota Sulawesi Selatan itu.
Dia mengatakan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto harus memberikan perhatian serius pada sektor lingkungan.
“Pertama persoalan banjir dan drainase Kota Makassar yang masih sangat buruk. Kedua ruang terbuka hijau yang kini menurun hingga 7,9 persen," katanya.
Kedua hal ini sangat berkaitan erat dengan banjir musiman yang melanda wilayah-wilayah tertentu seperti di Kecamatan Antang dan Manggala yang menjadi lokasi perbatasan Kota Makassar dengan Kabupaten Maros dan Gowa.
Masalah lainnya yang juga terkait sektor lingkungan adalah masalah sampah, air bersih, hak hidup dan hak bermukim bagi masyarakat urban dan pesisir.
"Termasuk perlindungan dan ketahanan bagi masyarakat pulau-pulau kecil,” ujar Amin.
Menurut dia, meskipun semua persoalan itu adalah persoalan klise atau masalah lama, namun menjadi masalah besar bagi warga Kota Makassar.
Alasannya, karena dapat menimbulkan bencana ganda. Artinya, warga yang terkena bencana ekologis harus berhadapan juga dengan bencana pandemi COVID-19.*
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Jayawijaya kirim 15 pelajar lanjutkan kuliah kedokteran di Sulsel
04 September 2025 13:36 WIB
Karantina Papua Tengah periksa 500 ekor anak ayam warna warna asal Makassar
15 October 2024 14:49 WIB, 2024
Pemkab Maros Sulsel jajaki kerja sama pariwisata dengan Pemkab Biak Numfor
01 August 2023 12:50 WIB, 2023
Pemkab Biak: Masyarakat Maros Sulsel berperan menjaga stabilitas daerah
31 July 2023 17:15 WIB, 2023
DPRD umumkan pengangkatan Andi Sudirman menjadi Gubernur Sulsel defenitif
24 January 2022 19:11 WIB, 2022
Polda Sulsel bertindak cepat atas penemuan koper hitam Jalan Sunu Makassar
16 January 2022 15:32 WIB, 2022
PSSI Sulsel pastikan roda organisasi jalan terus meskipun ketua ditahan
06 January 2022 10:21 WIB, 2022
Belasan warga kota Makassar rugi Rp10 miliar tertipu investasi bodong
04 January 2022 16:47 WIB, 2022
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Gubernur Tabo harap "Bunda PAUD" siapkan generasi yang andal di Papua Pegunungan
11 May 2026 13:31 WIB
Komite Eksekutif sebut "Community Gateway" jadi kemajuan internet Papua Pegunungan
09 May 2026 19:43 WIB