Nilai tukar Rupiah melemah seiring kembali naiknya imbal hasil obligasi AS
Selasa, 30 Maret 2021 10:19 WIB
Ilustrasi - Rupiah melemah terhadap dolar AS. ANTARA/Yudhi Mahatma/pri. (ANTARA/Yudhi Mahatma)
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah seiring kembali naiknya imbal hasil obligasi Amerika Serikat.
Pada pukul 10.00 WIB, rupiah melemah 25 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp14.470 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.445 per dolar AS.
"Investor akan memantau update terkait rencana infrastruktur Presiden Joe Biden, yang dapat menelan biaya 3 triliun dolar AS," tulis Tim Riset Mega Capital Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Presiden AS Joe Biden berencana menganggarkan 3 triliun dolar AS untuk paket pemulihan ekonomi dengan fokus pembangunan infrastruktur, memerangi perubahan iklim dan menurunkan kesenjangan ekonomi.
Biden diharapkan akan mengungkap rencananya ketika melakukan perjalanan ke Pittsburgh pada Rabu (31/3).
Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun naik ke level 1,71 persen yang dipicu oleh kekhawatiran tentang kemungkinan pertumbuhan inflasi di tengah pemulihan ekonomi dari pandemi COVID-19.
Namun, rilis data pada Jumat (26/3) menunjukkan inflasi Februari masih terkendali. Data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti terkendali di 0,1 persen (mom) dan 1,4 persen (yoy).
Pada Senin (26/3) lalu, rupiah ditutup melemah 28 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp14.445 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.418 per dolar AS.
Pada pukul 10.00 WIB, rupiah melemah 25 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp14.470 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.445 per dolar AS.
"Investor akan memantau update terkait rencana infrastruktur Presiden Joe Biden, yang dapat menelan biaya 3 triliun dolar AS," tulis Tim Riset Mega Capital Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Presiden AS Joe Biden berencana menganggarkan 3 triliun dolar AS untuk paket pemulihan ekonomi dengan fokus pembangunan infrastruktur, memerangi perubahan iklim dan menurunkan kesenjangan ekonomi.
Biden diharapkan akan mengungkap rencananya ketika melakukan perjalanan ke Pittsburgh pada Rabu (31/3).
Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun naik ke level 1,71 persen yang dipicu oleh kekhawatiran tentang kemungkinan pertumbuhan inflasi di tengah pemulihan ekonomi dari pandemi COVID-19.
Namun, rilis data pada Jumat (26/3) menunjukkan inflasi Februari masih terkendali. Data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti terkendali di 0,1 persen (mom) dan 1,4 persen (yoy).
Pada Senin (26/3) lalu, rupiah ditutup melemah 28 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp14.445 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.418 per dolar AS.
Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPS sebut impor Papua tercatat senilai 52,73 juta dolar AS pada Juni 2022
15 July 2022 19:32 WIB, 2022
Harga emas terdongkrak 14,7 dolar didorong kekhawatiran inflasi dan Ukraina
08 April 2022 5:48 WIB, 2022
Harga emas melemah 4,4 dolar jelang rilis risalah pertemuan Federal Reserve
07 April 2022 5:22 WIB, 2022
Harga emas jatuh 6,5 dolar tertekan prospek kebijakan moneter agresif Fed
06 April 2022 5:36 WIB, 2022
Harga emas anjlok 30 dolar karena data pekerjaan AS dan "greenback" menguat
02 April 2022 6:28 WIB, 2022
Dolar AS menguat, dipicu permintaan uang aman saat konflik Rusia-Ukraina
01 April 2022 6:55 WIB, 2022
Harga emas terdongkrak 15 dolar terdorong berlanjutnya konflik Rusia-Ukraina
01 April 2022 6:10 WIB, 2022
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemprov Papua targetkan pendapatan dari pajak kendaraan sebesar Rp81 miliar pada 2026
08 April 2026 20:32 WIB