Menkeu Sri Mulyani tekankan pemulihan global harus seimbang di seluruh negara
Rabu, 14 April 2021 9:44 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Jumat (9/4/2021). ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah/am.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan pemulihan global dari tekanan dampak pandemi COVID-19 yang telah memasuki tahun kedua harus berjalan seimbang di seluruh negara.
Hal itu disampaikan dalam Pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional-Kelompok Bank Dunia Tahun 2021 (2021 IMF-WBG Spring Meetings) pada 5-11 April 2021 secara virtual.
“Masih terdapat tantangan ketidakseimbangan pemulihan global. Sejumlah negara diproyeksikan tumbuh positif di 2021 sedangkan negara yang terpukul lebih keras memiliki proyeksi jauh lebih rendah,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.
Menurut Sri Mulyani, faktor-faktor pendorong seperti program vaksinasi, dukungan kebijakan, hingga prospek ekonomi global semakin membaik namun belum mampu meratakan pemulihan di seluruh negara.
Oleh sebab itu, Sri Mulyani mendorong agar Bank Dunia dan IMF terus berkolaborasi dengan berbagai partner yaitu lembaga internasional dan sektor swasta serta seluruh negara di dunia.
Ia menjelaskan kolaborasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap vaksin, mengelola beban pembiayaan, dan menerapkan strategi pemulihan pertumbuhan ekonomi.
Ia mengatakan terwujudnya pemulihan ekonomi global yang menyeluruh dan berkelanjutan akan mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.
Sementara untuk Indonesia, Sri Mulyani memastikan pemerintah terus memberikan perhatian dan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Perhatian tersebut ditunjukkan dalam bentuk investasi yang terkoordinasi pada sistem pemberian layanan publik dalam rangka membangun, melindungi, dan mengoptimalkan sumber daya manusia.
Ia menuturkan keuangan publik berperan dalam investasi pada sumber daya manusia itu yakni meliputi program vaksinasi, peningkatan layanan kesehatan dengan memanfaatkan teknologi, serta perlindungan sosial.
“Prioritas tersebut selain mendukung pemulihan juga memfasilitasi transformasi ekonomi,” ujarnya.
Hal itu disampaikan dalam Pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional-Kelompok Bank Dunia Tahun 2021 (2021 IMF-WBG Spring Meetings) pada 5-11 April 2021 secara virtual.
“Masih terdapat tantangan ketidakseimbangan pemulihan global. Sejumlah negara diproyeksikan tumbuh positif di 2021 sedangkan negara yang terpukul lebih keras memiliki proyeksi jauh lebih rendah,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.
Menurut Sri Mulyani, faktor-faktor pendorong seperti program vaksinasi, dukungan kebijakan, hingga prospek ekonomi global semakin membaik namun belum mampu meratakan pemulihan di seluruh negara.
Oleh sebab itu, Sri Mulyani mendorong agar Bank Dunia dan IMF terus berkolaborasi dengan berbagai partner yaitu lembaga internasional dan sektor swasta serta seluruh negara di dunia.
Ia menjelaskan kolaborasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap vaksin, mengelola beban pembiayaan, dan menerapkan strategi pemulihan pertumbuhan ekonomi.
Ia mengatakan terwujudnya pemulihan ekonomi global yang menyeluruh dan berkelanjutan akan mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.
Sementara untuk Indonesia, Sri Mulyani memastikan pemerintah terus memberikan perhatian dan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Perhatian tersebut ditunjukkan dalam bentuk investasi yang terkoordinasi pada sistem pemberian layanan publik dalam rangka membangun, melindungi, dan mengoptimalkan sumber daya manusia.
Ia menuturkan keuangan publik berperan dalam investasi pada sumber daya manusia itu yakni meliputi program vaksinasi, peningkatan layanan kesehatan dengan memanfaatkan teknologi, serta perlindungan sosial.
“Prioritas tersebut selain mendukung pemulihan juga memfasilitasi transformasi ekonomi,” ujarnya.
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BNN Mimika fungsikan agen pemulihan mencegah penyalahgunaan narkoba
13 February 2025 14:34 WIB, 2025
Pemkot Jayapura minta warga memperbaiki lingkungan secara berkelanjutan
08 June 2024 20:05 WIB, 2024
DPMK Jayapura sebut dana kampung 2024 masih fokus pemulihan ekonomi
31 December 2023 20:19 WIB, 2023
Plh Gubernur Papua sebut Festival Kopi BI upaya pemulihan pelaku UMKM
04 August 2023 18:33 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemprov Papua targetkan pendapatan dari pajak kendaraan sebesar Rp81 miliar pada 2026
08 April 2026 20:32 WIB