Rumah Sakit Unhas Makassar luncurkan pusat bayi tabung
Sabtu, 3 Juli 2021 16:43 WIB
Suasana peluncuran pusat bayi tabung oleh RS Unhas yang digelar secara virtual, Sabtu, (3/7/2021).ANTARA/HO-Unhas
Makassar (ANTARA) - Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Hasanuddin Makassar melakukan soft launching atau pengenalan Pusat Bayi Tabung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Sabtu.
Koordinator Pusat Bayi Tabung Unhas Prof Dr dr Nusratuddin Abdullah SpOG (K)MARS, menyampaikan, Pusat Bayi Tabung Unhas sebelumnya telah diresmikan pada 11 Mei 2012 oleh Menristek, kemudian dilakukan berbagai pembenahan.
Pada 2013 hingga 2019, pusat layanan ini aktif melakukan pelayanan infertilitas melalui inseminasi buatan sembari menunggu adanya program bayi tabung.
"Setiap bulan pada periode 2012 sampai saat ini, Pusat Bayi Tabung Unhas menyelenggarakan pelayanan inseminasi cukup bagus dengan range 10 sampai 12 pasien setiap bulannya," kata dia.
"Pusat ini hadir berkat inisiasi Departemen Obgyn FK Unhas dan didukung penuh Rumah Sakit Unhas. Selain untuk layanan kesehatan masyarakat, pusat ini juga menjadi wadah pengembangan pendidikan yang sejalan dengan visi misi Unhas," lanjutnya.
Direktur Utama RS Unhas Prof Dr dr Syafri K Arif, mengatakan, kehadiran layanan tersebut sejalan dengan visi misi RS Unhas untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pusat Bayi Tabung Unhas merupakan Center of Excelence dalam bidang pendidikan, yang makin menguatkan komitmen RS Unhas terhadap pelayanan kesehatan dan menghasilkan para tenaga profesional.
"Kami berharap, kehadiran Pusat Bayi Tabung Unhas bisa menjadi wadah pelayanan kesehatan utamanya bidang reproduksi yang tidak hanya mencakup masyarakat Makassar saja. Akan tetapi, menjadi pusat layanan di kawasan Indonesia Timur," harapnya.
Setelah launching, kemudian dilanjutkan dengan webinar mengenai infertilitas.
Prof Nusratuddin dalam materi tentang "Pengenalan Teknologi Bayi Tabung Pada Penanganan Infertilitas" menjelaskan, ada banyak faktor yang menyebabkan tingkat kesuburan menurun, diantaranya umur wanita, lama perkawinan, gaya hidup hingga stress dan emosi.
Untuk melakukan prosedur bayi tabung, banyak tindakan pemeriksaan yang dilakukan seperti pemeriksaan sel telur, mulut rahim, tuba, sperma hingga rahim.
Program bayi tabung dilakukan setelah melalui tindakan berjenjang tenaga medis dengan melakukan identifikasi pasien, pengobatan sederhana hingga pemberian obat penyubur.
Olehnya itu, tidak dianjurkan seorang pasien langsung mengambil tindakan bayi tabung tanpa melalui proses berjenjang tersebut, kecuali jika usia wanita di atas 35 tahun.
Koordinator Pusat Bayi Tabung Unhas Prof Dr dr Nusratuddin Abdullah SpOG (K)MARS, menyampaikan, Pusat Bayi Tabung Unhas sebelumnya telah diresmikan pada 11 Mei 2012 oleh Menristek, kemudian dilakukan berbagai pembenahan.
Pada 2013 hingga 2019, pusat layanan ini aktif melakukan pelayanan infertilitas melalui inseminasi buatan sembari menunggu adanya program bayi tabung.
"Setiap bulan pada periode 2012 sampai saat ini, Pusat Bayi Tabung Unhas menyelenggarakan pelayanan inseminasi cukup bagus dengan range 10 sampai 12 pasien setiap bulannya," kata dia.
"Pusat ini hadir berkat inisiasi Departemen Obgyn FK Unhas dan didukung penuh Rumah Sakit Unhas. Selain untuk layanan kesehatan masyarakat, pusat ini juga menjadi wadah pengembangan pendidikan yang sejalan dengan visi misi Unhas," lanjutnya.
Direktur Utama RS Unhas Prof Dr dr Syafri K Arif, mengatakan, kehadiran layanan tersebut sejalan dengan visi misi RS Unhas untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pusat Bayi Tabung Unhas merupakan Center of Excelence dalam bidang pendidikan, yang makin menguatkan komitmen RS Unhas terhadap pelayanan kesehatan dan menghasilkan para tenaga profesional.
"Kami berharap, kehadiran Pusat Bayi Tabung Unhas bisa menjadi wadah pelayanan kesehatan utamanya bidang reproduksi yang tidak hanya mencakup masyarakat Makassar saja. Akan tetapi, menjadi pusat layanan di kawasan Indonesia Timur," harapnya.
Setelah launching, kemudian dilanjutkan dengan webinar mengenai infertilitas.
Prof Nusratuddin dalam materi tentang "Pengenalan Teknologi Bayi Tabung Pada Penanganan Infertilitas" menjelaskan, ada banyak faktor yang menyebabkan tingkat kesuburan menurun, diantaranya umur wanita, lama perkawinan, gaya hidup hingga stress dan emosi.
Untuk melakukan prosedur bayi tabung, banyak tindakan pemeriksaan yang dilakukan seperti pemeriksaan sel telur, mulut rahim, tuba, sperma hingga rahim.
Program bayi tabung dilakukan setelah melalui tindakan berjenjang tenaga medis dengan melakukan identifikasi pasien, pengobatan sederhana hingga pemberian obat penyubur.
Olehnya itu, tidak dianjurkan seorang pasien langsung mengambil tindakan bayi tabung tanpa melalui proses berjenjang tersebut, kecuali jika usia wanita di atas 35 tahun.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Jayapura kerja sama dengan Unhas optimalkan potensi bidang pertanian
09 September 2025 13:58 WIB
Tim forensik Universitas Hasanuddin Makassar otopsi jenazah Pdt Zanambani
05 June 2021 10:54 WIB, 2021
Pengamat Unhas: Penangkapan KPK ganggu peluang Nurdin Abdullah di pilgub
27 February 2021 14:17 WIB, 2021
Polda Papua: Autopsi Pendeta Yeremia libatkan tim forensik Unhas Makassar
26 February 2021 17:16 WIB, 2021
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Dishub Jayawijaya pastikan lima lampu pengatur lalu lintas beroperasi optimal
26 January 2026 16:02 WIB