Peneliti: Gempa susulan terus terjadi sampai kondisi setimbang tercapai
Rabu, 19 Januari 2022 11:51 WIB
Seismograf, alat pencatat getaran akibat gempa bumi. (ANTARA/Shutterstock/pri)
Jakarta (ANTARA) - Peneliti dari Pusat Riset Geoteknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eko Yulianto mengemukakan bahwa gempa susulan akan terus terjadi sampai kondisi setimbang tercapai kembali.
Menurut dia, kejadian gempa berulang di Banten kemungkinan merupakan gempa susulan dari gempa bumi dengan magnitudo 6,6 yang terjadi pada 14 Januari 2022 di 53 kilometer barat daya wilayah Kecamatan Sumur di Kabupaten Pandeglang.
"Kalau untuk gempa-gempa susulan dari gempa 14 Januari 2022, pasti energi yang dilepaskan kerak bumi yang patah akan semakin berkurang secara perlahan-lahan sampai kondisi setimbangnya tercapai kembali," kata Eko saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu.
Eko mengemukakan bahwa tidak bisa diketahui dengan pasti kapan gempa susulan akan berakhir, namun pada gempa-gempa yang terjadi sebelumnya proses pelepasan energi biasanya berlangsung dalam beberapa pekan.
Ia menjelaskan pula bahwa jalur subduksi selatan Jawa (Megathrust Sunda) merupakan jalur subduksi aktif sehingga secara periodik bisa menimbulkan gempa-gempa dengan skala berbeda. Semakin besar skala gempa, semakin lama pula periode waktu perulangannya.
"Gempa-gempa magnitudo 2 sampai 3 hampir setiap hari terjadi, hanya lokasi pusat gempanya yang berpindah-pindah secara acak," kata Eko.
Sebelumnya, Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono menjelaskan bahwa banyaknya gempa susulan tidak berarti akan mengarah pada kejadian gempa besar.
Gempa susulan biasanya memiliki kekuatan yang lebih kecil dari gempa utama dan semakin lama akan semakin mengecil kekuatannya dan semakin jarang terjadi.
Menurut dia, kejadian gempa berulang di Banten kemungkinan merupakan gempa susulan dari gempa bumi dengan magnitudo 6,6 yang terjadi pada 14 Januari 2022 di 53 kilometer barat daya wilayah Kecamatan Sumur di Kabupaten Pandeglang.
"Kalau untuk gempa-gempa susulan dari gempa 14 Januari 2022, pasti energi yang dilepaskan kerak bumi yang patah akan semakin berkurang secara perlahan-lahan sampai kondisi setimbangnya tercapai kembali," kata Eko saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu.
Eko mengemukakan bahwa tidak bisa diketahui dengan pasti kapan gempa susulan akan berakhir, namun pada gempa-gempa yang terjadi sebelumnya proses pelepasan energi biasanya berlangsung dalam beberapa pekan.
Ia menjelaskan pula bahwa jalur subduksi selatan Jawa (Megathrust Sunda) merupakan jalur subduksi aktif sehingga secara periodik bisa menimbulkan gempa-gempa dengan skala berbeda. Semakin besar skala gempa, semakin lama pula periode waktu perulangannya.
"Gempa-gempa magnitudo 2 sampai 3 hampir setiap hari terjadi, hanya lokasi pusat gempanya yang berpindah-pindah secara acak," kata Eko.
Sebelumnya, Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono menjelaskan bahwa banyaknya gempa susulan tidak berarti akan mengarah pada kejadian gempa besar.
Gempa susulan biasanya memiliki kekuatan yang lebih kecil dari gempa utama dan semakin lama akan semakin mengecil kekuatannya dan semakin jarang terjadi.
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Papua pastikan laksanakan ujian susulan bagi sekolah terdampak gangguan jaringan
09 April 2026 18:51 WIB
Kapolda Papua: 92 TPS di Kabupaten Paniai gelar pemungutan suara susulan
26 February 2024 17:31 WIB, 2024
KPU Keerom jadwalkan pemungutan suara susulan Kampung Milki pada Jumat
15 February 2024 17:41 WIB, 2024
Bawaslu: 20 TPS Kabupaten Mamberamo Raya laksanakan pemungutan suara susulan
14 February 2024 16:45 WIB, 2024
BMKG: gempa bumi susulan masih terjadi di Jayapura tercatat 1.521 gempa
31 March 2023 20:01 WIB, 2023
BBMKG nyatakan Informasi terkait gempa susulan di Jayapura tidak benar
11 February 2023 1:02 WIB, 2023
Warga Kota Jayapura tidur di tenda menghindari dampak gempa susulan
10 February 2023 21:19 WIB, 2023
RSUD Jayapura merawat 77 pasien di tenda akibat gempa susulan M 5,4
10 February 2023 21:12 WIB, 2023
Terpopuler - Gaya Hidup
Lihat Juga
Kemenhut dorong lima program utama terkait ekosistem hutan di Papua Pegunungan
23 April 2026 9:32 WIB
Pemprov Papua Selatan-Universitas Indonesia kerja sama bidang pendidikan program magister
18 April 2026 11:05 WIB