Distrik Biak Timur potensial kembangkan pertanian dan perikanan
Jumat, 16 Februari 2024 22:07 WIB
Warga tani Orang Asli Papua di Kampung Kajasbo menanam kol. ANTARA/HO-Dokumentasi DInas Pertanian
Biak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak Numfor, Papua menyebut pengembangan sektor pertanian dan perikanan potensial di wilayah Distrik Biak Timur, Oridek, Padaido hingga Distrik Aimando untuk menopang pendapatan keluarga setempat.
"Berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan lewat Musyawarah Pembangunan Daerah (Musrenbang) Distrik Biak Timur menjadi perhatian pemerintah lewat organisasi perangkat daerah," ujar Asisten II Sekda Biak Numfor Bidang Ekonomi Pembangunan Otto PH Wanggai, di Biak, Jumat.
Wanggai mengakui, kondisi geografis wilayah Biak Numfor sebagai daerah kepulauan, sehingga sektor perikanan, pertanian dan pariwisata juga mendapat prioritas dalam pembangunan daerah.
Untuk sektor pertanian, kata dia lagi, sejumlah kampung di Distrik Biak Timur mengembangkan tanaman bawang merah, kok, cabai, sayur mayur, jagung, minyak kayu putih hingga buah semangka.
"Potensi pertanian di wilayah Distrik Biak Timur mampu menambah penghasilan keluarga petani dan nelayan setempat," katanya pula.
Dia berharap, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat sebagai organisasi perangkat daerah yang bertanggung jawab mampu mengakomodir beragam program aspirasi masyarakat untuk tahun 2025.
Wanggai mengakui, program prioritas daerah yang setiap tahun diakomodir dalam pembangunan rencana strategis daerah setiap tahun.
Untuk program utama daerah, di antaranya bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di 257 kampung dan 14 kelurahan serta 19 distrik.
Sejumlah kampung di Distrik Biak Timur yang potensial di sektor pertanian dan perikanan yakni Kampung Kajasbo, Rimba Jaya, Kajasi, Sepse, Sundei, Bosnik, Yenusi, Soon serta Kampung pulau Owi.
Kampung Rimba Jaya Distrik Biak Timur satu-satunya daerah yang sudah menghasilkan produk minyak kayu putih Parkim.
"Berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan lewat Musyawarah Pembangunan Daerah (Musrenbang) Distrik Biak Timur menjadi perhatian pemerintah lewat organisasi perangkat daerah," ujar Asisten II Sekda Biak Numfor Bidang Ekonomi Pembangunan Otto PH Wanggai, di Biak, Jumat.
Wanggai mengakui, kondisi geografis wilayah Biak Numfor sebagai daerah kepulauan, sehingga sektor perikanan, pertanian dan pariwisata juga mendapat prioritas dalam pembangunan daerah.
Untuk sektor pertanian, kata dia lagi, sejumlah kampung di Distrik Biak Timur mengembangkan tanaman bawang merah, kok, cabai, sayur mayur, jagung, minyak kayu putih hingga buah semangka.
"Potensi pertanian di wilayah Distrik Biak Timur mampu menambah penghasilan keluarga petani dan nelayan setempat," katanya pula.
Dia berharap, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat sebagai organisasi perangkat daerah yang bertanggung jawab mampu mengakomodir beragam program aspirasi masyarakat untuk tahun 2025.
Wanggai mengakui, program prioritas daerah yang setiap tahun diakomodir dalam pembangunan rencana strategis daerah setiap tahun.
Untuk program utama daerah, di antaranya bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di 257 kampung dan 14 kelurahan serta 19 distrik.
Sejumlah kampung di Distrik Biak Timur yang potensial di sektor pertanian dan perikanan yakni Kampung Kajasbo, Rimba Jaya, Kajasi, Sepse, Sundei, Bosnik, Yenusi, Soon serta Kampung pulau Owi.
Kampung Rimba Jaya Distrik Biak Timur satu-satunya daerah yang sudah menghasilkan produk minyak kayu putih Parkim.
Pewarta : Muhsidin
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Papua Pegunungan dukung pembukaan lahan pertanian 800 hektare di Jayawijaya
22 April 2026 11:40 WIB
Pemkab Jayawijaya distribusikan alat pertanian bagi kelompok tani di Distrik Bpir
03 April 2026 20:55 WIB
Dinas Pertanian catat luas lahan tanaman bawang merah di Papua 102,14 hektare
25 January 2026 8:03 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
BPJS Kesehatan Jayapura catat klaim JKN sebesar Rp235 M hingga Februari 2026
18 April 2026 19:44 WIB