Indeks Pembangunan Manusia di Biak meningkat jadi 73,46
Minggu, 7 April 2024 10:07 WIB
Siswa Sekolah Dasar YPK Biak dan guru sedang mengikuti prosesi syukuran HUT ke-62 di Kabupaten Biak Numfor, Papua. (ANTARA/Muhsidin)
Biak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor Papua, menyebutkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Biak Numfor Papua pada 2023 naik menjadi 73,46 dibandingkan tahun 2022 sebesar 72,85.
"IPM untuk mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Biak Numfor Michael Isir di Biak, Sabtu.
Diakuinya, sebagai ukuran kualitas hidup maka IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar.
Dimensi tersebut untuk IPM mencakup umur panjang dan sehat, pengetahuan, dan kehidupan yang layak.
Ketiga dimensi tersebut memiliki pengertian sangat luas karena terkait dengan banyak faktor.
Untuk mengukur dimensi kesehatan, kata dia, harus digunakan angka harapan hidup waktu lahir.
Selanjutnya untuk mengukur dimensi pengetahuan, kata dia,digunakan gabungan indikator angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah.
Sementara untuk mengukur dimensi hidup layak, menurut dia, digunakan indikator kemampuan daya beli masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok yang dilihat dari rata-rata besarnya pengeluaran per kapita.
"Sebagai pendekatan pendapatan yang mewakili capaian pembangunan untuk hidup layak," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Biak Numfor Samidjan membenarkan terjadi peningkatan IPM Biak Numfor di 2023 menjadi 73,46.
"Dalam tiga tahun terakhir sejak 2021,2022 dan 2023 pencapaian IPM Biak terus bertambah menjadi 73,46," sebutnya.*
"IPM untuk mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Biak Numfor Michael Isir di Biak, Sabtu.
Diakuinya, sebagai ukuran kualitas hidup maka IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar.
Dimensi tersebut untuk IPM mencakup umur panjang dan sehat, pengetahuan, dan kehidupan yang layak.
Ketiga dimensi tersebut memiliki pengertian sangat luas karena terkait dengan banyak faktor.
Untuk mengukur dimensi kesehatan, kata dia, harus digunakan angka harapan hidup waktu lahir.
Selanjutnya untuk mengukur dimensi pengetahuan, kata dia,digunakan gabungan indikator angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah.
Sementara untuk mengukur dimensi hidup layak, menurut dia, digunakan indikator kemampuan daya beli masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok yang dilihat dari rata-rata besarnya pengeluaran per kapita.
"Sebagai pendekatan pendapatan yang mewakili capaian pembangunan untuk hidup layak," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Biak Numfor Samidjan membenarkan terjadi peningkatan IPM Biak Numfor di 2023 menjadi 73,46.
"Dalam tiga tahun terakhir sejak 2021,2022 dan 2023 pencapaian IPM Biak terus bertambah menjadi 73,46," sebutnya.*
Pewarta : Muhsidin
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolres Biak Numfor minta warga tak euforia berlebihan rayakan Tahun Baru 2026
29 December 2025 20:07 WIB
DPRK Biak Numfor harap program Asta Cita membangun rumah prioritas warga kampung
28 December 2025 12:30 WIB
Disdik Biak Numfor sebut program literasi tingkatkan minat membaca anak SD
28 December 2025 2:19 WIB
Pemkab Biak Numfor harap 257 kades terpilih sejahterakan warga asli Papua
21 December 2025 14:33 WIB
Pemkab Biak Numfor perbaharui data potensi objek pajak-retribusi daerah 2026
20 December 2025 22:57 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
SMK Paniai sebut program pendidikan gratis ringankan beban orang tua siswa
04 February 2026 7:44 WIB