Sentani (ANTARA) - Majelis Rakyat Papua (MRP) mengatakan bahwa para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perempuan daerah ini perlu terus mendapatkan pendampingan dalam memanfaatkan peluang digital, guna memperluas pasaran produk.
dalam sosialisasi dan edukasi lelang UMKM bagi pelaku usaha perempuan di Jayapura, Jumat, mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong transformasi UMKM di era digital.
"Tujuan dari sosialisasi dan edukasi bagi pelaku UMKM perempuan yakni memperkenalkan mekanisme lelang sukarela sebagai alternatif strategi pemasaran dan permodalan bagi UMKM lokal," katanya.
Menurut Pelaksana harian Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Papua, Papua Barat, dan Maluku Hendro Leo Purba, sosialisasi dan edukasi ini menjadi momentum penting untuk memperluas akses UMKM terhadap pasar digital yang transparan dan terpercaya.
"Melalui lelang sukarela, pelaku UMKM bisa memasarkan produk atau asetnya secara terbuka dan profesional. Ini bagian dari upaya DJKN mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Papua," katanya.
Kepala Sekretariat Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Papua Nur Fathoni menjelaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan terus memperkuat ekosistem UMKM berbasis keadilan sosial.
"Mekanisme lelang sukarela dapat menjadi model bisnis inklusif di wilayah timur Indonesia seperti kita di Papua ini," katanya.
Relationship Manager Kredit Non Program Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua Mareyle E. Hegemur menambahkan, keterlibatan perbankan dalam ekosistem Lelang memberi nilai tambah bagi pelaku usaha kecil karena membuka peluang akses pembiayaan.
"Kami berharap kegiatan sosialisasi dan edukasi lelang UMKM dapat menjadi langkah awal menuju penguatan ekonomi lokal berbasis digital dan transportasi Tanah Papua," ujarnya.