Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pendidikan setempat mulai menyiapkan langkah perbaikan terhadap sarana dan prasarana di 12 sekolah binaan yang tersebar di sembilan kabupaten/kota setelah ditemukan berbagai persoalan infrastruktur dasar di lapangan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Papua Marthen Medlama di Jayapura, Kamis, mengatakan sarana dan prasarana merupakan hal penting dalam menunjang pendidikan sehingga pada 2026 mulai dibenahi.
"Pembenahan yang dilakukan ini berdasarkan hasil temuan Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen pada beberapa waktu lalu dan mendapati ada sekolah milik pemerintah yang sarana dan prasarananya perlu dilakukan pembenahan," katanya.
Dia menjelaskan peninjauan dilakukan ke berbagai jenis sekolah, mulai dari sekolah sains, sekolah menengah kejuruan, hingga sekolah luar biasa.
"Persoalan paling mendesak yang ditemukan di lapangan adalah ketersediaan air bersih di lingkungan sekolah, termasuk di asrama siswa," ujarnya.
Dia menjelaskan kunjungan tersebut melibatkan DPR Papua, Dinas Pekerjaan Umum, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sehingga pembangunan sarana dan prasarana akan disinkronkan dengan program kerja masing-masing OPD terkait.
“Jika air tidak tersedia, aktivitas anak-anak jelas terganggu. Ini menjadi perhatian serius pemerintah,” katanya.
Selain persoalan air bersih, Dinas Pendidikan Papua juga mencatat sejumlah kerusakan fisik bangunan sekolah, seperti plafon dan atap yang rusak, hingga keterbatasan fasilitas laboratorium.
Sarana pendukung pembelajaran, termasuk komputer untuk pelaksanaan ujian, katanya, juga menjadi bagian dari catatan hasil peninjauan.
"Seperti di SMK Negeri 1 Jayapura yang masih memerlukan perbaikan lanjutan meski sebagian fasilitas telah ditangani pada 2025. Seluruh temuan tersebut, telah dirangkum dalam bentuk telaah staf dan laporan lapangan untuk segera dibahas bersama instansi teknis terkait," ujarnya.