Sentani (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Papua menyebutkan Gerakan Pramuka berperan penting dalam membentuk kepribadian generasi muda sehingga mampu mengendalikan diri dalam menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri di sela pembukaan Jambore Cabang XI di Sentani, Jumat, mengatakan Gerakan Pramuka sebagai pendidikan non formal yang bertujuan untuk membentuk watak, akhlak mulia, kemandirian, serta kecakapan hidup kaum muda.
" Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, menegaskan Pancasila merupakan asas gerakan pramuka," katanya.
Menurut Basri, hal tersebut diperkuat dengan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, menetapkan Gerakan Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib bagi siswa di sekolah.
Dia menjelaskan, kegiatan jambore saat ini merupakan kegiatan reaksi edukatif di alam terbuka dalam membentuk perkemahan besar sebagai sarana pembinaan yang menitikberatkan pada pengembangan diri, mental, fisik, intelektual, spiritual, dan sosial.
"Dengan demikian jambore ini bisa menjadi wadah yang produktif bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berinovasi," katanya lagi.
Jambore Cabang XI di Kabupaten Jayapura diikuti oleh sebanyak 600 anggota pramuka penggalang yang terdiri dari peserta didik jenjang SD dan SMP yang tersebar di 10 distrik di Kabupaten Jayapura.
Sebanyak 600 anggota pramuka akan melaksanakan akan mengikuti kegiatan selama empat hari seperti letak wilayah, olahraga, lingkungan hidup, ketangkasan, dan pembelajaran.