Jayapura (ANTARA) - Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia di Tanah Papua, Pdt. Petrus Bonyadone, menyerukan untuk menghentikan kekerasan di Tanah Papua.
Seruan itu disampaikan terkait terjadinya berbagai kasus kekerasan hingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Sebagai hamba Tuhan, saya melihat dari sisi kemanusiaan dimana nyawa itu ada dalam tangan Tuhan sehingga tidak ada satu pun manusia yang berhak merampas nyawa sesamanya,” kata Pdt Petrus Bonyadone.
Menurut dia, gereja tidak menyetujui tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun karena tidak memuliakan Tuhan dan bertentangan dengan nilai-nilai Injil.
Karena itu, apapun alasannya, menghilangkan nyawa adalah tindakan yang tidak manusiawi dan pasti ada konsekuensinya.
"Apalagi Tanah Papua dikenal sebagai Tanah Injil, sehingga tindakan kekerasan seharusnya tidak terjadi di tanah yang menjunjung tinggi nilai keimanan," kata Pdt.Bonyadone.
Pdt. Bonyadone menyatakan keprihatinannya terhadap dampak sosial yang timbul akibat terganggunya situasi keamanan hingga menyebabkan warga jemaat yang terpaksa mengungsi.
Kondisi itu juga berdampak pada ekonomi keluarga, pendidikan anak-anak, hingga pelayanan kesehatan.
Para pihak yang terlibat diharap dapat menahan diri dan mengedepankan pendekatan persuasif demi menjaga keamanan dan menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Satgas Damai Cartenz yang dinilai terus berupaya menjaga stabilitas keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Atas nama gereja, kami mengimbau semua pihak untuk menjaga Papua sebagai Tanah Damai dan menghentikan segala bentuk kekerasan yang merugikan masyarakat,” kata Pdt Bonyadone.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ketua Sinode GKII serukan penghentian kekerasan di Tanah Papua