Jayapura (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mengimbau masyarakat di Bumi Cenderawasih untuk tidak terprovokasi isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di media sosial.
Pejabat Sementara Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Bramantyo Rahmadi di Jayapura, Selasa mengatakan hingga kini belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga BBM, khususnya menjelang 1 April 2026.
“Untuk itu kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya, serta selalu mengacu pada kanal resmi perusahaan,” katanya.
Menurut Bramantyo, masyarakat dapat memperoleh informasi valid mengenai harga BBM melalui situs resmi Pertamina maupun Pertamina Patra Niaga.
"Harga BBM non-subsidi seperti Pertamax Series dan Dex Series memang dievaluasi secara berkala setiap bulan di mana hal ini mengikuti tren harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat," ujarnya.
Dia menjelaskan sementara itu, untuk BBM subsidi seperti solar dan minyak tanah, serta BBM khusus penugasan Pertalite, penetapan harga sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah.
"Untuk kami juga mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan energi dan membeli BBM sesuai kebutuhan, serta tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat mengganggu distribusi," katanya lagi.
Dia menambahkan pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu "panic buying" karena stok dan pasokan energi tetap aman dan terjaga.
"Untuk ketahanan stok BBM di Papua per hari ini Selasa (31/3) semua produk mencapai 12 hari ke depan, stok masih di level aman. Ini bukan berarti setelah 12 hari stok habis, namun untuk memastikan kondisi stok aman di angka 12 hari itu dijaga dengan suplai yang akan masuk ke FT (Fuel Terminal) dari kapal-kapal distribusi yang sudah terjadwal," ujarnya lagi.