Logo Header Antaranews Papua

Disnak Biak lindungi potensi peternak lokal

Selasa, 2 September 2014 21:05 WIB
Image Print
Dinas Peternakan Pemkab Biak Numfor, Papua, berupaya melindungi potensi peternak lokal daerah itu karena mereka dinilai berperan menyediakan suplai daging ternak untuk masyarakat. Ilustrasi foto ternak babi. (Foto Istimewa)
"Disnak telah memberikan pembinaan bagi peternak lokal melalui pemberian fasilitas bantuan ternak dan kegiatan pembinaan budidaya ternak," kata Kadis Peternakan dan Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Biak Numfor Sam Rampoloji.

Biak (Antara Papua) - Dinas Peternakan (Disnak) Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua, berupaya melindungi potensi peternak lokal daerah itu karena mereka dinilai berperan menyediakan suplai daging ternak untuk masyarakat.

Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Biak Numfor Sam Rampoloji di Biak, Selasa mengatakan peternak lokal saat ini terus berupaya menjaga kualitas hewan ternak berupa sapi, kambing, babi serta ayam ras guna menjaga suplai kebutuhan warga.

"Disnak telah memberikan pembinaan bagi peternak lokal melalui pemberian fasilitas bantuan ternak dan kegiatan pembinaan budidaya ternak," ujarnya.

Ia mengakui khusus ternak babi dibudidayakan warga lokal hingga saat ini telah memberikan andil dalam menjaga kualitas kebutuhan pangan lokal sehingga harus diberikan ruang untuk berkembang lebih baik ke depan.

Untuk memberikan perlindungan peternak lokal, menurut Kadisnak Sam Rampologi, Dinas Peternakan bersama instansi terkait telah memberikan pembinaan pembudidayaan ternak yang sehat, nyaman dan bergizi.

Menyinggung masalah harga jual daging ternak di pasaran, menurut Sam, hal ini disesuaikan dengan mekanisme pasar yang berlaku.

"Pemerintah melakukan pembinaan dan menjaga kestabilan stok di pasaran sehingga kebutuhan warga tetap terpenuhi dengan aman. Ya untuk harga bahan ternak disesuaikan dengan permintaan di pasaran," ujarnya.

Dia berharap peternak lokal tetap memperhatikan kesehatan hewan yang dipelihara sehingga terbebas dari ancaman penyakit hewan berbahaya seperti hox cholera babi, flu burung serta penyakit ternak berbahaya lainnya.

Berdasarkan data puluhan potensi kelompok ternak masyarakat lokal tersebar di 19 distrik yang kini bergeliat mendatangkan prospek ekonomi daerah, yakni ternak hewan babi, sapi, kambing serta ayam ras telah memberikan ketersediaan stok di pasaran. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026