Logo Header Antaranews Papua

Rehabilitasi lahan kritis Biak butuh 10 tahun

Selasa, 2 Desember 2014 16:19 WIB
Image Print
Ilustrasi lahan kritis di Papua. (Foto: Istimewa)
"Program rehabilitasi lahan kritis Kabupaten Biak Numfor dianggap berhasil karena pada tahun 2007-2008 mendapat penghargaan pemerintah pusat, ya prestasi ini harus dipertahankan bersama," kata Andreas Lamecki.

Biak (Antara Papua) - Program rehabilitasi lahan kritis di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua membutuhkan waktu 10 tahun karena hingga 2014 telah terealisasi 17 persen dari keseluruhan 40.608 hektare.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Biak Andreas Lamecki di Biak, Selasa, mengatakan, untuk mendukung program rehabilitasi lahan kritis di wilayah Kabupaten Biak Numfor diperlukan dukungan pendanaan yang cukup setiap tahun sehingga dapat mencapai target 10 tahun.

"Program rehabilitasi lahan kritis Kabupaten Biak Numfor dianggap berhasil karena pada tahun 2007-2008 mendapat penghargaan pemerintah pusat, ya prestasi ini harus dipertahankan bersama," katanya.

Ia mengakui, lahan kritis di Kabupaten Biak Numfor tersebar di sejumlah lokasi, sehingga setiap tahun anggaran diprogramkan penanaman pohon bersama SKPD terkait diantaranya Badan Lingkungan Hidup serta kantor pemangku hutan lindung.

Andreas berharap, program rutin tanam pohon yang sedang digalakkan pemerintah kabupaten terus didukung sehingga pada tahun mendatang warga bisa mendapatkan manfaat atas keberhasilan mengelola lingkungan.

Dia mengingatkan elemen masyarakat untuk rutin menanam pohon karena mempunyai dampak dan makna penbting dalam menjaga lingkungan hidup yang hijaudi Kabupaten Biak Numfor.

"Hari ini kita menanam satu jenis pohon maka hasilnya akan dipetik anak cucu kita di waktu mendatang, ya Pemkab Biak Numfor melalui Dinas Kehutanan setiap tahun memprogramkan acara penamaman pohon di lokasi berbeda," ujarnya.

Hingga 2014 dukungan dana untuk program rehabilitasi lahan kritis melalui APBD Biak Numfor, Dana Alokasi Khusus (DAK), Otsus Papua serta dana bagi hasil PSDH dan sumber pembiayan lainnya. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026